Showing posts with label tajuk. Show all posts
Showing posts with label tajuk. Show all posts

Tuesday, December 20, 2016

Agar Banyak Umat Islam Yang Tahu, Dan Umat Kafir Tidak Menganggu! Fatwa MUI Wajib Disosialisasikan

ilustrasi

POLRI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta segala aksi sweeping atas nama fatwa MUI dihentikan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan kepada jajarannya untuk menindak tegas segala bentuk aksi sweeping yang menjurus pada pelanggaran hukum.

“Seperti kasus di Solo. Saya sudah perintahkan Kapolda Jateng, melakukan langkah hukum tegas untuk menjamin rasa aman masyarakat,” kata Tito di Rumah Dinas Kapolri, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).

Kemudian, dia juga minta institusi kepolisian di setiap daerah rajin melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di wilayahnya masing-masing. Utamanya, terkait sosialisasi fatwa MUI tentang larangan bagi umat islam menggunakan atribut non muslim.

“Memang fatwa ini hendaknya disosialisasikan oleh MUI di cabang, di daerah. Melibatkan Pemda, Polri, TNI, yang ada di wilayah masing-masing,” tambah Tito.

Tito juga berharap ada langkah preventif dari pihak berwenang terkait fatwa MUI yang dikeluarkan. Tito bilang perlu juga ada sosialisasi kepada para pengusaha agar tidak memaksa karyawannya yang muslim menggunakan atribut non muslim.

“Kalau ada pemaksaan itu, sebenarnya itu masuk hukum positif, pemaksaan itu bisa kena Pasal 335 ayat 2 KUHP,” ucap Tito.

Diketahui, MUI menerbitkan fatwa Nomor 56 Tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Nonmuslim. Fatwa dikeluarkan 14 Desember 2016.

Fatwa itu menegaskan, atribut keagamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.

“Menggunakan atribut keagamaan non-muslim adalah haram,” bunyi fatwa MUI.

MUI juga mengeluarkan rekomendasi, di antaranya agar umat Islam tetap menjaga kerukunan hidup dan memelihara harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tanpa menodai ajaran agama, serta tidak mencampuradukkan antara akidah dan ibadah Islam dengan keyakinan agama lain.

Sumber: pojoksatu

Alhamdulillah... Kapolri Mantaps!!! Siapa Saja Yang Paksa Umat Islam Untuk Menggunakan Atribut Natal, Langsung Laporkan ke Polisi... SEBARKAN BERITA INI AGAR BANYAK YANG TAHU!!!

ilustrasi
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta umat Muslim melapor kepada polisi jika mendapatkan tekanan, paksaan, atau ancaman pemecatan oleh pemilik perusahaan atau atasannya karena menolak mengenakan atribut Natal.

"Ya kalau seandainya enggak ada laporan, otomatis kami tidak tahu. Tapi kalau ada laporan, kalau kami tahu ada pemaksaan, ancaman pemecatan dan lain-lain, silakan laporkan dengan dasar pasal 335 ayat 2 KUHP," kata Tito dalam pertemuan bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin, di Rumah Dinas Kapolri, Jakarta Selatan, Selasa (20/12).

Maruf menjelaskan, berdasarkan hukum maka pemilik perusahaan atau atasan dari karyawan tersebut bisa dijerat pidana atas perbuatan tidak menyenangkan. "Dasarnya (penjeratnya) bukan fatwa MUI, karena fatwa MUI bukan hukum positif," kata Tito.

Tito mempersilakan, seluruh warga Muslim untuk memahami fatwa MUI dengan baik.  Sementara, bagi warga non muslim tidak perlu merasa khawatir untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar agamanya, karena hak melaksanakan ibadah dan kepercayaan masing masing itu dilindungi oleh negara.

"Bagi warga non muslim tidak perlu khawatir melaksanakan hari raya, karena memiliki hak melaksanakan ibadah dan kepercayaan masing masing," kata Tito.

Ketua MUI Maruf Amin menyampaikan bahwa fatwa MUI mengikat untuk kalangan umat Islam."Bagi mereka yang memang menggunakan (atribut agama lain) tanpa terpaksa itu adalah tanggung jawab pribadinya. Dalam bahasa agamanya dia tanggung dosanya sendiri," kata Maruf.

Maruf juga meminta agar polisi ikut mengawasi hal ini dan menindak tegas jika ada pemaksaan terhadap para karyawan yang beragama Islam. "Meminta pemerintah supaya tidak terjadinya pemaksaan itu," punkas Maruf.

Sumber: politikindonesia

Wajib Diketahui... Fatwa MUI Itu Selaras dengan Konstitusi Yang Jadi Sumber Hukum Positif

ilustrasi

Pernyataan Kapolri yang menyebut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bukanlah hukum positif, sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum bagi kepolisian di daerah, mendapat kritik dari Ketua Komisi Hukum MUI, Prof HM Baharun. Menurutnya, walaupun fatwa MUI bukan hukum positif, namun fatwa MUI merupakan sumber hukum positif.

"Hal ini selaras dengn konstitusi, dan nilai sila pertama ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila adalah bukti bahwa hukum positif harus dipengaruhi sila pertama," kata Baharun, Selasa (20/12).

Ia menegaskan, hukum positif kita adalah hukum yang memiliki roh ketuhanan Yang Maha Esa atau dalam istilah agama Islam adalah tauhid. Karena itu, menurutnya, fatwa MUI telah menjadi hukum yang berkembang di masyarakat dan mengikat umat Islam.

"Mungkin yang dimaksud Kapolri itu fatwa mentahnya itu sendiri," ujarnya.

Kapolri seharusnya tahu, banyak bukti fatwa MUI menjadi sumber hukum positif. Di antaranya Undang-Undang Keuangan Syariah itu sumbernya adalah fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Kemudian fatwa itu diundangkan menjadi hukum positif.

Fatwa MUI terkait pelarangan penggunaan atribut natal bagi seorang Muslim, menjadi pertentangan antara Kapolri dengan Polres Bekasi dan Kulonprogo. Dua polres tersebut mendapatkan sanksi dari Kapolri karena merujuk fatwa MUI sebagai alasan mengeluarkan surat edaran larangan penggunaan atribut natal bagi Muslim di wilayahnya.

Sumber: rol

Sinisme Media Barat terhadap Aksi Bela Islam

Ilustrasi

Media-media Barat mayoritas mendukung Ahok. Mereka menganggap aksi-aksi yang menjerumuskan Ahok ke sidang pengadilan, adalah aksi dari Muslim garis keras (hard-line Muslims). Lihatlah opini media Time memberitakan perkembangan kasus Ahok: “Kaum Muslim garis keras yang menentang naiknya Ahok sebagai pejabat tertinggi di ibukota Jakarta menuduh ia telah menghina Islam dalam pidatonya pada tanggal 27 September.

Saat itu, ia berkata bahwa kaum konservatif yang mengutip ayat Al-Quran untuk menyatakan orang Kristen tidak boleh menjadi pemimpin tidaklah berkata jujur. Ucapnya: “Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho. Itu hak bapak ibu, ya.” (Transkrip dan video pidatonya yang diedit dan dipelintir ucapannya kemudian menjadi viral dan turut memanasi kemarahan publik.)

Selama dua bulan terakhir, Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok garis keras Islam lainnya memimpin tiga demo masif yang melumpuhkan pusat kota Jakarta. Mereka menuntut Gubernur Ahok untuk dipenjara dan bekas atasannya, Presiden Joko “Jokowi” Widodo, untuk diturunkan dari jabatannya. (Partai Jokowi, PDI-P, mendukung Ahok di pemilihan gubernur tahun depan.) Pada tanggal 2 Desember, Jokowi malah ikut menghadiri sholat dengan para demonstran — keputusan ini membantu menurunkan tekanan politik yang ditujukan kepada dirinya tapi juga beresiko memberikan legitimasi ke sentimen anti Ahok dan anti Tionghoa. “The Politics of Mobocracy,” begitu judul sampul majalah Tempo English minggu lalu yang ditulis di atas foto demo besar-besaran tersebut.”

Di akhir tulisannya Time menulis : “Pengadilan Ahok, seperti judicial review di MK, adalah ujian atas komitmen Indonesia terhadap prinsipnya sebagai negara yang sekuler, inklusif dan toleran. Sejauh ini, Indonesia gagal dalam test ini.”

BBC hampir sama dengan Time. Situs BBC, 13 Desember 2016 menulis: “Rights groups say the authorities have set a dangerous precedent in which a noisy hardline Islamic minority can influence the legal process, says the BBC's Rebecca Henschke in Jakarta.

In the streets outside court, hundreds of demonstrators, mostly men, gathered to protest. "Jail Governor Ahok now," they chanted. They punched their fists in the air and shouted: "We must defend Islam from those who insult the holy book."

It was a much smaller crowd than the huge demonstrations in Jakarta in recent weeks, but the anger remained the same. From a lorry, Islamic hard-line leaders made provocative speeches calling the governor a pig, and the crowd laughed when they mocked his Chinese appearance. One speaker turned to police officers standing guard and warned them that if Governor Ahok were not jailed, they would take matters into their own hands.” (Kelompok-kelompok HAM mengatakan pihak berwenang telah menetapkan preseden yang berbahaya di mana minoritas Islam garis keras bising dapat mempengaruhi proses hukum, kata wartawan BBC Rebecca Henschke di Jakarta.

Di jalan-jalan di luar pengadilan, ratusan demonstran, kebanyakan laki-laki, berkumpul untuk memprotes. "Penjara Gubernur Ahok sekarang," teriak mereka. Mereka meninju tinju mereka di udara dan berteriak: ". Kita harus membela Islam dari orang-orang yang menghina kitab suci."

Itu kerumunan jauh lebih kecil daripada demonstrasi besar di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir, namun kemarahan tetap sama. Dari sebuah truk, pemimpin garis keras Islam berpidato provokatif memanggil gubernur babi, dan kerumunan tertawa ketika mereka mengejek penampilan Cina-nya. Salah satu pembicara berpaling ke polisi penjaga berdiri dan memperingatkan mereka bahwa jika Gubernur Ahok tidak dipenjara, mereka akan mengambil masalah ke tangan mereka sendiri.”)

Situs CNN tak jauh beda. Terkait aksi 2 Desember 2016, CNN hanya menyebut jumlah yang demo 200 ribu. “Indonesia: 200,000 protest Christian governor of Jakarta,”judul tulisan kantor berita terbesar di dunia ini.

CNN juga menuduh bahwa Islam garis keras yang menentang Ahok. “An ethnic Chinese Christian, Ahok is currently under investigation by Indonesian police over a speech he gave in which hardline Islamists claim he insulted the Quran (Seorang Kristen beretnis Cina, Ahok saat ini sedang diselidiki polisi Indonesia karena pidatonya yang menurut kaum Islam garis keras ia telah menghina Al Qur’an),”kata CNN.

Sementara itu, VOA menganalisa agar presiden Jokowi hati-hati dengan munculnya Islam Politik di negeri ini. Tindakan presiden hadir dalam aksi 212 itu, hanya menguntungkan Jokowi dalam jangka pendek.

"(Presiden) Jokowi mungkin memiliki keuntungan taktis dalam jangka pendek. Namun pada jangka panjang, Jokowi, pemerintahannya dan polisi telah memainkan permainan yang berbahaya. Akibatnya, Islam politik telah dikooptasi oleh kelompok garis keras dan Muslim yang progresif telah dipinggirkan," ujar Tobias Basuki, analis di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta.

***

Herri Cahyadi, Mahasiswa Doktoral Hubungan Internasional Istanbul University, menyoroti bahwa media Barat seringkali melakukan stereotype terhadap isu-isu Keislaman di tanah air. Menurutnya ada beberapa langkah penulisan mereka:

1) Anarkis. Seluruh aspek acara dalam aksi akan berujung kepada anarkisme bahkan semenjak acara tersebut belum dilangsungkan. Dalam Aksi Damai 411 atau 212, misalnya, media-media ini akan berupaya mem-framing bahwa:

a) Sebelum acara diadakan: diprediksi akan rusuh, ada upaya pelengseran Presiden, peringatan untuk tidak mendekat, serta polisi dan tentara disiapkan untuk mencegah anarkisme.

b) Selama acara berlangsung: sudut-sudut kecil dari acara akan digunakan sebagai frame anarki seperti taman yang terinjak, sampah berserakan, wajah gahar pendemo yang sedang teriak, pendemo yang membawa tongkat bendera. Media-media ini mendapatkan momentum saat kerusuhan kecil pecah di malam hari jelang peserta bubar.

c) Sesudah acara berlangsung, framing masih tetap sama, tapi dengan gaya bahasa yang seolah mengapresiasi seperti The Washington Post yang memberi judul “Indonesia Blasphemy Protest Draws 200,000; Ends Peacefully”. Uniknya, media-media nasional justru menggiring isu ini berbarengan dengan upaya makar.

2) Kelompok radikal. Memaksa pembaca agar percaya bahwa aktivitas keislaman yang menonjol dan membawa isu besar selalu ditunggangi oleh kelompok garis keras. Mereka sering menggunakan terminologi conservative Muslims, hardline, far-right parties, radical, dan sebagainya. Media ini tidak pernah bisa move on dari labeling terhadap umat Islam.

Labeling adalah salah satu cara untuk mengotakan masyarakat dalam kelompok-kelompok. Mungkin umat Islam adalah kelompok masyarakat di dunia yang paling banyak memiliki label; radikal, fundamental, ekstremis, garis keras, konservatif, moderat, bla bla bla. Ada lagi?

3) Intoleran. Buzzer media sosial dengan enteng menyebarkan isu Aksi Damai 411 dan 212 seolah memecah-belah bangsa, merusak kebinekaan, dan anti-Pancasila. Ini adalah isu paling absurd yang disebar oleh mereka yang justru ingin memecah-belah bangsa.

Walhasil, media di Barat maupun di tanah air, tidak ada yang netral. Semua berpihak, tergantung ideologi dan pengalaman yang dimiliki redaksinya. Di tanah air, kini jutaan aktivis Bela Islam sedang ramai-ramai memboikot MetroTV dan Kompas. Mereka melihat dua media ini pendukung berat Ahok dan sering tidak obyektif dalam meliput berita. Wallahu alimun hakim.

Sumber: suaraislam

Wuih... Pengamat Intelijen Ini Membongkar, Adanya Orang Cina Yang Fasilitasi Kedatangannya ke Indonesia... Lalu Maksudnya Apa???

ilustrasi
Pengamat Intelejen Sofjan Lubis memberikan pendapat menegenai begitu banyaknya TKA asal China yang datang ke Indonesia, “mereka ada yang memfasilitasi” kata Sofjan Lubis

Para TKA asal China itu merupakan buah kesepakatan indo china 2025, dimana ada pihak di negeri ini yang memfasilitasi kedatangan ribuan TKA asal China ke Indonesia secara massif dengan alasan kedatangan beragam, dari turis hingga pekerja kasar proyek infrastruktur yang di biayai oleh pemerintah mereka

Kalau tidak difasilitasi, mengapa intelejen diam saja? dan tidak menganggap hal ini sebuah hal yang membahayakan bagi kedaulatan NKRI, dan kedatangan mereka bukan lagi satu dua atau puluhan TETAPI sudah ribuan

Yang memiliki kekuatan menggerakkan dan mengembalikan intelejen ke barak lah yang bertanggungjawab dan menjadi bagian dari pihak pihak yang memfasilitasi kedatangan ribuan TKA asal China

Proyek Indo China 2025, adalah proyek yang menghubungkan jalur sutera dengan jalur maritim nusantara dengan tanpa batas kedaulatan, hingga nanti pada 2025 Indonesia telah menampung hampir 60 persen warga China daratan melalui jalur kemudahan bertempat tinggal dan kemudahan mencari pekerjaan

Kedatangan mereka tentu tak lepas dari ideologi komunis yang akan tetap terbawa pada diri mereka, ketika sampai ke Indonesia, mereka tetaplah bagian dari ideologi komunis dan tentu hal ini akan dimanfaatkan oleh kekuatan sembunyi sembunyi komunis yang masih ada di Indonesia sebagai sebuah agenda politik

Siapkah kita? dan sadarkah kita? hanya pertanyaan itu yang akhirnya keluar dari fenomena begitu banyaknya TKA asal China datang ke Indonesia.

Sumber: lingkarannews

Monday, December 19, 2016

Peringatan Maulid, Presiden Jokowi: Islam Rahmatan Lil Al-Amin, Islam Mengajarkan Kedamaian, Menjadi Rahmat Bagi Semesta Alam Khususnya Bangsa Indonesia

Ilustrasi

Dalam peringatan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta Pusat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang harus ditiru oleh umat.

Jokowi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang tepat bagi umat untuk merenungkan keteladanan Rasulullah. Jokowi pun menjabarkan beberapa sifat nabi yang pantas dijadikan tauladan umat.

"Dalam hal kekuatan akidah dan ibadah, Rasulullah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan aqidah, pembinaan ibadah, pembinaan muamallah bagi umat dengan beragam latar belakang sosial budayanya," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016) malam.

Di bidang ekonomi, lanjut Jokowi, Nabi Muhammad SAW membangun sebuah etos kerja umat serta menegakkan moral pelaku ekonomi.

"Dan juga menggerakkan zakat, infaq, sadakoh dan wakaf sebagai sebuah sistem jaminan sosial," katanya.

Di bidang sosial, Nabi Muhammad SAW membangun hubungan persaudaraan ukuwah Islamiah serta membangun budaya tolong menolong antar sesama muslim.

"Dalam hal bidang politik, Rasulullah SAW juga memberi contoh dan keteladanan bagaimana membangun kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat melalui Piagam Madinah, yang merupakan piagam negara tertulis dunia jauh sebelum munculnya deklarasi HAM yang dilahirkan oleh PBB pada 1948," kata Jokowi.

"Piagam Madinah diatur hubungan pola negara, hubungan muslim dan non-muslim. Jelas sekali menghargai kemajemukan, suku, golongan dan agama. Kita bisa buktikan Islam rahmatan lil Al-Amin, Islam yang mengajarkan kedamaian, Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam, khususnya bangsa Indonesia," tambah dia.

Sumber: konfrontasi

Terjawab Sudah! Kenapa Lelaki Harus Shalat Subuh di Masjid

ilustrasi




WAKTU shubuh, biasanya waktu yang memalaskan bagi seseorang untuk keluar dari rumah. Padahal, bagi seorang lelaki, shalat shubuh di masjid lebih utama baginya. Ada banyak pahala yang akan ia raih. Bahkan, langkah kakinya yang digunakan untuk menuju masjid, akan menggugurkan dosa-dosanya.

Tahukan Anda, selain kenikmatan yang telah disebutkan tersbut, ada juga alasan lain yang mengharuskan lelaki shalat shubuh di masjid. Apa sajakah itu?

1. Mendapatkan Ganjaran Shalat Malam Sepanjang Waktu
Melaksanakan shalat shubuh dan shalat isya menjadi ujian tersendiri bagi sebagian orang. Seperti ujian pada umumnya, kedua shalat ini pun menjanjikan hadiah yang manis bagi manusia yang berhasil melaksanakannya.

“Barangsiapa yang melakukan shalat isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barangsiapa yang melakukan shalat shubuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat malam sepanjang waktu malam itu,”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu).

2. Dibebaskan dari Sifat Orang Munafik
Ciri-ciri orang munafik tidak hanya dilihat dari ucapannya yang sering berbohong atau janjinya yang sering berkhianat. Tapi juga bisa dilihat dari kesadarannya mendirikan shalat shubuh dan isya berjamaah.

“Tidak ada shalat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada shalat shubuh dan isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas adzan untuk iqamat (shalat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan shalat (di masjid),” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah).

3. Akan Mendapat Cahaya Terang pada Hari Kiamat
Shalat shubuh yang dilaksanakan pada pagi buta memang menjadi ujian tersendiri. Gelap, dingin, ngantuk, dan godaan lainnya. Tapi tahukah Anda, justru kekuatan kita untuk menghalau berbagai kemalasan ini akan mendapat balasan setimpal di hari kiamat nanti. Allah akan memberikan cahaya yang sempurna bagi kita yang melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid.

Dari Buraidah al-Aslami Radhiyallahu Anhu dari Nabi ï·º bersabda, “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat,” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

4. Berpeluang Mendapatkan Pahala Haji atau Umrah Bila Berzikir Hingga Terbitnya Matahari
Anda merasa kurang dan tidak berkecukupan? Impian umrah dan haji rasanya begitu sulit kita raih? Jangan berkecil hati dulu, Allah akan memberikan pahala setara dengan umrah dan haji untuk kita yang rutin berdoa dan melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid.

“Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna,” (HR. Tirmidzi). []

Sumber: ummi

Kurang Bukti Apalagi? LBH Sebut Penggusuran Jakarta Sarat Dengan Kepentingan Bisnis

ilustrasi



Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menerima laporan korban dari penggusuran paksa mencapai 4.120 orang di tahun 2016.

“Dari semua kasus-kasus yang kami tangani mengenai tanah mayoritas penggusuran paksa. Pada tahun ini kasus penggusuran paksa dilakukan Pemprov DKI Jakarta begitu masif,” ujar Kepala Divisi Hukum dan Advokasi LBH Jakarta Yunita dalam keterangannya, Ahad, 18 Desember 2016.

Dia menjelaskan, dari empat kota madya yang ada, angka pengaduan penggusuran
tertinggi berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. LBH juga menemukan bahwa penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI lebih banyak dilakukan untuk kepentingan bisnis.

“Pola pertama pengelolaan SDA untuk kepentingan bisnis contoh kasus pertama adalah reklamasi. Reklamasi ini tidak memberikan keuntungan rakyat, bahkan kepada warga Jakarta secara luas, dan yang diuntungkan adalah bisnis,” beber Yunita.

Selain itu, upaya pemulihan hak-hak warga terdampak penggusuran sangat rendah. Warga tidak diberikan akses informasi untuk mendapatkan haknya setelah penggusuran.

“Mereka berinisiatif sendiri ke pengadilan. Dan andaikan mereka bertemu dengan proses pengadilan atau kepolisian biasanya mandek di tengah-tengah atau keputusannya pun tidak membela mereka,” tutup Yunita.

Sumber: Eramuslim

Tolong Perhatikan Baik-baik! Peringatan Ulama Suriah Terkait Kekuasaan Syiah yang Awalnya Hidup Damai Hingga Akhirnya Malah Membunuhi Semuanya

ilustrasi




Ketua Ulama Al-Quran Suriah, Syeikh Muhammad Kurayyim Rajih Hafizahullah memberikan sebuah nasihat untuk kita semua Umat Islam agar tidak membiarkan Syiah berkembang dengan bantuan kita, secara tidak sadar.

Nasihat Syeikh Muhammad Kurayyim Rajih untuk umat Islam di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, Islam Melayu bagian selatan dan lain-lain:

“Kami di Syria dahulu seperti kamu hidup damai sehingga kami lupa karena sudah membiarkan Syiah berkembang secara perlahan. Akhirnya sekarang Syiah memerintah kami, membunuh anak-anak kecil kami dengan kapak dan memperkosa wanita Ahli Sunnah Wal Jama’ah. Jangan lupa dan jangan sesekali biarkan Syiah berkuasa di sana. Jika
kamu tidak ingin terjadi seperti apa yang menimpa kami. Jangan kamu lakukan seperti yang kami lakukan karena membiarkan mereka (Syiah) berkembang. Mereka adalah agenda Amerika dan Yahudi. Penggagas mereka adalah Abdullah bin Saba’ (orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam) Saya akan selalu mendo’akan kalian semua yang ada di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, Islam Melayu bagian selatan agar tidak berlaku seperti kami di Syria. Aamiin.”

Syeikh Muhammad Kurayyim Rajih Hafizahullah ketika ditanya apakah SYIAH itu masih ISLAM?

Syeikh menjawab:

"Mengkafirkan Abu Bakar dan Umar sedangkan Allah mengasihi mereka dan banyak hadits sahih yang menyatakan kemuliaan sahabat. Menghina istri Rasulullah SAW sayidatina 'Aisyah sedangkan Allah memuliakan 'Aisyah dalam al quran. Membunuh umat Islam sedangkan Allah haramkan bunuh darah muslim. Masih tidak kafirkah itu?"

SEBARKAN & SADARKAN UMAT ISLAM SEBELUM TERLAMBAT SEPERTI SAUDARA-SAUDARA KITA DI SURIAH.

JANGAN SAMPAI APA YANG TERJADI DI ALEPPO TERJADI DI SINI.

Allahummansur ikhwananal muslimina fii Suriah wa fii kulli makan Yaa Rabbal Mustadh'afin Yaa Rabbal 'Arsyil Adhim Yaa Hayyu Yaa Qayyum birahmatika nastaghits...

sumber: portalpiyungan

Akhirnya... Alfamart Digugat Konsumennya, Atas Potongan Uang Kembalian Belanja Yang Mencapai Rp 33 Milyar

ilustrasi

Rupanya pengumpulan dana dari uang recehan hasil kembalian ketika berbelanja di Minimarket Alfamart digugat oleh salah satu konsumennya, Mustolih Siradj, dan Senin (19/12) Majelis Komisioner di Komisi Informasi Pusat Gedung ITC Jalan Abd Muis Jakarta Pusat, direncanakan akan memutuskan gugatan Mustolih.

Gugatan Mustolih kepada PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Pengelola Alfamart) dikarenakan nilai potongan Donasi yang mencapai Rp. 33 Milyar, terhitung sejak tahun 2015 lalu, hingga saat ini tidak diketahui oleh konsumen.


Mustolih meminta kepada Majelis Komisioner di Komisi Informasi Pusat, (Samping Mahkamah Konstitusi), agar PT. SAT tbk, membuka data sumbangan uang kembalian yang selama ini dihimpun oleh minimarket Alfamart.

Mustolih meminta agar seluruh hasil pengumpulan dibuka ke publik, dengan terkait dengan izin penyelenggaraan, laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik. Termasuk susunan panitia, data penerimaan penyaluran sumbangan, mekanisme pengelolaan dana sumbangan.

Mustolih berpegang pada UU Nomor 9/1961 jo UU Perlindungan Konsumen dan asas Good Corporate Governance. Menurutnya Alfamart adalah emiten atau perusahaan yang tercatat di bursa efek dan sahamnya dimiliki oleh publik.

“Semua pungutan berbentuk donasi atau uang yang diambil dari masyarakat harus dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Abdullah Kelrey, Ketua Indonesian Youth Solidarity.

Karenanya Dullah sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Mustolih, ” karena sebagai konsumen sudah saatnya kita cerdas dan kritis,” Ujar Dullah, yang berharap agar masyarakat mau hadir memberikan dorongan moril kepada Mustolih besok, yang rencananya keputusan akan dilakukan pukul 15.00 wib.

Sumber: pembawaberita

Bukti Kezhaliman Ahok!!! Dipecat, Ternyata Kepala Sekolah Retno Menang di Tingkat Kasasi

ilustrasi

Mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta Retno Listyarti memenang dalam perkara tata usaha negara melawan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Retno dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas perintah Ahok. Retno kemudian menggugat pemecatannya lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Retno yang  menang sejak tingkat pertama kembali memenangkan persidangan pada tingkat kasasi. Majelis hakim yang memutus perkara tersebut yakni Yosran, Irfan Fachruddin, dan Yulius. Lewat situs resmi mahkamahagung.go.id, majelis hakim dalam amar putusannya memutus "Tolak Kasasi". Putusan tersebut dibuat pada 13 Desember 2016.

Menanggapi hasil pengadilan, Retno menuliskan ucapan terima kasih melalui akun twitternya. "Trims atas keadilan ini,"kata Retno lewat akun Twitter-nya @RetnoListyarti, Sabtu (18/12).

Lebih lanjut Retno menjelaskan bahwa kemenangannya ini merupakan sesuatu yang sempurna. "Kemenangan ini sangat sempurna,di semua tingkatan pengadilan,saya dimenangkan tanpa ada satu hakim pun yg berbeda pendapat/desenting opinion,"kata dia.

Dalam pengadilan majelis hakim PTUN memenangkan seluruh gugatan Retno Listyarti dan menolak pembelaan yang dilakukan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dalam putusan Nomor 165/G/2015/PTUN JKT, hakim meminta Disdik membatalkan SK pencopotan Retno dan merehabilitasi nama baik Retno.

Pemecatan Retno dari jabatannya oleh kepala Disdik DKI yang saat itu dijabat Arie Budiman sebagai kepala sekolah. Alasannya, Retno menghadiri talk show di sebuah stasiun televisi swasta saat ujian nasional berlangsung. Retno menghadiri acara diskusi itu dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Tanpa ada cek dan klarifikasi, Ahok selaku gubernur DKI Jakarta Basuki saat itu marah dan memerintahkan kepala dinas agar Retno dicopot.

Sumber: islamedia

Sunday, December 18, 2016

Hancurkan Monopoli Kapitalis Aseng dan Asing! Gerakan Belanja di Warung Harus Jadi Gerakan Sosial

ilustrasi

 Maraknya minimarket di beberapa daerah di Tanah Air, berdampak pada matinya pelaku usaha kecil. Realitas tersebut seperti gurita yang mencengkeram ekonomi masyarakat lemah. Karena itu, diperlukan payung hukum untuk pelaku sektor informal yang semakin melemah.

Pengamat ekonomi Adi Wibowo mengatakan, keberadaan warung kecil milik tetangga dulu adalah urat nadi ekonomi rakyat. Para tetangga yang memiliki warung pada zaman dulu adalah para pemilik modal kecil, memberikan utang kebutuhan pokok para tetangganya yang dibayar saat gaji dibayar mingguan. Mereka adalah penggerak ekonomi rakyat.

"Mereka urat nadi ekonomi kerakyatan karena lahir dari modal kecil rakyat untuk bertahan hidup dari himpitan tuntutan kehidupan yang makin keras, sementara regulasi makin lama makin tidak berpihak pada pemilik modal kecil," kata dia di Jakarta, Sabtu (17/12).

Dikatakan Adi, hari ini memang kita menyaksikan kenyataan pahit struktur ekonomi pasar yang timpang, khususnya pemilik modal lemah dengan pemodal kuat. Ketimpangan tersebut, kata dia, membutuhkan kehadiran pemerintah lewat kebijakan yang meminimalkan ketimpangan dengaan secara proaktif memperbaiki kebijakan dan melakukan pengondisian regulatif yang memadai, dan memberikan pembekalan manajerial pada usaha-usaha  kecil.

Agar keberadaan warung tetangga eksis, menurut Adi, harus dibarengi dengan kesadaran membantu dengan berbelanja ke warung mereka. Langkah itu, adalah sebuah gerakan membangun kesadaran. Membangun kesadaran ekonomi umat.

Adi optimistis, bila kesadaran ini bisa dibangkitkan, kekuatan umat Islam sebagai konsumen bisa 'membunuh' pemilik modal besar yang tidak adil tersebut. Karena keuntungan pemodal besar itu bukan untuk bertahan hidup dan membangun umat, melainkan digunakan untuk semakin memperbesar usaha mereka, dan mereka adalah para kapitalis yang tamak.

"Gerakan belanja di warung tetangga ini memang mestinya kita dukung menjadi gerakan sosial. Persoalan tata kelola warung tetangga yang selama ini ada memang harus menjadi perhatian khusus," tegasnya.

Sumber: rol