Showing posts with label nusantara. Show all posts
Showing posts with label nusantara. Show all posts

Wednesday, December 21, 2016

Asyiiik! Besok Uang Baru Sudah Bisa Ditarik Via ATM

ilustrasi

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mulai menyebar uang rupiah desain baru senilai Rp 95 miliar mulai hari ini ke kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia.

Sayangnya, uang rupiah desain baru ini belum tersedia di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hari ini. Rencananya, uang rupiah desain baru tersebut baru akan tersedia Kamis pekan ini.

"Wah belum (ada di ATM). Mudah-mudahan Kamis secara bertahap mulai tersedia di ATM," kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo dilansir dari detikFinance, Rabu, (21/12/2016).

Haru menyebutkan, BRI sudah mengajukan permintaan ke Bank Indonesia (BI) dengan total Rp 573 miliar uang rupiah desain baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"BRI sudah mengajukan permintaan ke BI dengan total Rp 573 miliar untuk semua pecahan dari uang kertas pecahan Rp 100.000 sampai dengan koin pecahan Rp 100. Masih proses pengambilan secara bertahap," kata Haru.

Untuk diketahui, kemarin BI resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

Meski telah diterbitkan uang rupiah baru, uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.

Sumber: suluhriau

Farah Dibba Sampai Babak Belur, Penganiayaan Adik Fadli-Fadlan Sudah Direncanakan?

ilustrasi

Polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan dengan korban Farah Dibba, adik presenter kembar Fadli dan Fadlan. Kapolsek Ciledug, Komisaris Polisi I Ketut Sudarsana, mengatakan polisi belum bisa menyimpulkan apakah penganiayaan tersebut sudah dilakukan secara terencana atau tidak.

"Belum bisa dipastikan (terencana atau tidak)," kata Ketut kepada VIVA.co.id, Rabu, 21 Desember 2016.

Mengenai adanya alat setrum saat kejadian, ia menjelaskan, alat itu memang ada di kamar saat di lokasi. Namun, alat tersebut bukan alat setrum murni.

"Jadi kalau dibilang perencanaan, kalau setrum murni mungkin ya, tapi ini alat setrum senter. Siapa saja bisa punya. Kegunaannya macam-macam, mati lampu bisa dipakai. Ada di situ memang alatnya. Memang kebetulan digunakan saat kejadian. Jadi belum tahu," ujar Ketut.

Sebelumnya, kejadian penganiayaan tersebut berlangsung di rumah pelaku yaitu Komplek Paninggilan Permai, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Senin 19 Desember 2016. Pelaku diketahui bernama Rachmat Sesario (21).

Farah sendiri saat ini sedang menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Ciledug, Tangerang. Farah mengalami luka memar di wajah dan pelipis mata sebelah kiri.

Sumber: viva

Tuesday, December 20, 2016

Mantabs.... Tak Ingin Shalawat Ternodai, 30 Pemuda Banyuwangi Gerakkan Hati Untuk Jadi 'Pembersih'


Ribuan orang memenuhi Stadion Diponegoro, Banyuwangi untuk menyemarakkan acara "Banyuwang Bersholawat untuk Bangsa bersama Habib Syech", yang digelar Pemerintah Daerah Banyuwangi, Selasa (20/12/2016) malam.

Tak hanya dari Banyuwangi, para pecinta sholawat dari daerah lain di sekitar Banyuwangi juga turut hadir dalam kegiatan yang menjadi puncak Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-245 itu.

Dari ribuan orang yang datang tersebut, tak semuanya memiliki kedisiplinan dalam membuang sampah pada tempatnya.

Sekelompok anak muda secara spontanitas melakukan aksi pungut sampah usai acara Banyuwangi Bersholawat tersebut.

"Kami tidak ingin citra salawat yang mulia ini, ternodai oleh sisa sampah yang berserakan di lapangan, jadi kami secara spontan bersama rekan-rekan dari IPNU dan IPPNU Banyuwangi bergerak memunguti sampah di lapangan," kata koordinator gerakan Awang Nuryaddin.

Pemuda yang aktif di salah organisasi kepelajaran di Banyuwangiitu, berharap aksi pungut sampah ini, menjadi kampanye untuk menjaga kebersihan.

"Di dalam agama Islam, kebersihan itu sebagian dari iman. Jadi, IPNU sebagai organisasi pelajar yang beragama Islam harus memberikan contoh dan juga mempraktikkan hal tersebut," kata Awang.

Setidaknya, ada 30 anak muda yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi yang melakukan aksi spontanitas pungut sampah tersebut.

Dengan menggunakan kain besar bekas tempat duduk, mereka berkeliling lapangan untuk memunguti sampah yang berserakan di lapangan.

Hal ini mendapat apresiasi dari para petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Banyuwangi.

"Kalau semua pengunjung bertanggung jawab pada sampahnya, pasti Banyuwangi akan semakin bersih," ucap salah seorang petugas, Habibi.

Sumber: tribunnews

Tak Hanya Angkut Penumpang, Kini Kereta Api Juga Bisa Jadi Tempat Berobat Lho!

ilustrasi

PALEMBANG - PT KAI resmi meluncurkan Rail Clinic generasi kedua.

Peluncuran tersebut juga ditandai dengan pemberian pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat di sekitar Stasiun Kertapati Divre III Palembang, Rabu (21/12/2016).

Rail Clinic merupakan rangkaian yang terdiri dari dua kereta retrofit atau kereta rel diesel (KRD) yang telah dimodifikasi seperti poliklinik berjalan.

Masing-masing memiliki tata ruang dan jenis pelayanan kesehatan yang berbeda.

Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatan yang akan diberikan di dalam Rail Clinic adalah jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama.

Rail Clinic dibagi beberapa bagian, yakni ruang monitoring dokter, ruang tindakan, pemeriksaan gigi, dan ruang bersalin.

Di kereta pertama, seluruh tindakan medis mulai dari pelayanan darurat meliputi bantuan hidup dasar atau CPR, alat monitoring pasien, alat kejut jantung, tindakan bedah minor, rekam jantung, hingga penanganan kasus trauma dapat dilakukan.

Sementara di kereta kedua terdapat fasilitas untuk tindakan persalinan, ruang pemeriksaan umum dan edukasi dan ruang farmasi.

Sumber: sriwijaya

Sedih... Acara Lamaran Pengantin Pria Berakhir Menjadi Berita Duka

ilustrasi

Satu unit mobil Avanza putih berpenumpang 10 orang dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 1719 TB terpental lalu terguling setelah ditabrak Kereta Api (KA) Ekonomi Jurusan Palembang-Lubuk Linggau di perlintasan tanpa palang pintu, Kelurahan Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (20/12) kemarin.

Akibatnya, satu orang tewas di tempat atas nama Asmi Binti Saidi (65) warga Inderalaya, lima orang luka berat, dan empat orang luka ringan.

Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya mereka beserta keluarga besar yang berasal dari Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, melakukan lamaran kepada calon pengantin perempuan di Desa Kota Gading, Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak tiga mobil.

Setelah acara selesai, calon pengantin pria tetap tinggal di Desa Kota Gading, sedangkan keluarga besar hendak pulang ke Inderalaya dengan menggunakan tiga mobil konvoi.

Saat melintas di TKP, satu mobil pertama sudah lewat perlintasan, sementara mobil kedua tidak sempat melintasi rel perlintasan kereta api,  sedangkan mobil ketiga tertinggal jauh di belakang. Saat itulah datang KA dari arah kanan mobil yang langsung menghantam badan mobil. Seketika mobil terguling dan masuk ke dalam semak-semak.

Salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian, Alek (34) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di teras rumah, tiba-tiba terdengar suara dentuman meskipun tidak terlalu keras.

"Tiba-tiba ada suara dentuman, pas saya lihat mobil avanza putih sudah terpental dan masuk ke dalam semak-semak, saya bersama warga langsung menolong korban," ungkapnya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Lantas AKP Budi Harto membenarkan, telah terjadi kecelakaan tersebut dan menyebabkan satu korban meninggal dunia. Pihaknya sudah turun ke lapangan.

‪Selain satu korban yang meninggal atas nama Asmi, sembilan korban lainnya sedang dirawat di RSUD Empat Lawang atas nama Jukadi, Juariah, Husmatiadi, Hasan, Harna Hartati, Salinah, Saedah, Khoirul, Mastijah. Diantara seluruh korban terdapat dua anak-anak.

Sumber: rmolsumsel

Koplak! Tukang Ojek Tiduri Remaja hingga Hamil, Lalu Dinikahkannya dengan Anaknya

ilustrasi

MANADO - NG (14) melaporkan mertuanya sendiri, Buang Rogi (50), warga Kecamatan Bunaken, ke Polresta Manado.

NG melaporkan mertuanya karena sudah tidak tahan atas perbuatan pelaku, yang sering menyetubuhinya.

Ternyata pelaku sudah terlebih dahulu menyetubuhi korban sebelum dinikahkan dengan anaknya, NR.

Perbuatan tersebut terjadi sejak tahun 2015.

Saat itu, sebelum menikah, korban dipaksa bersetubuh oleh pelaku hingga hamil.

"Mengetahui saya hamil, saya dipaksa untuk menikah dengan anaknya," ujar NG, Selasa (19/12/2016).

Sementara NR tidak tahu-menahu saat diminta menikah.

Ia tidak tahu bahwa calon istrinya saat itu telah hamil atas perbuatan ayahnya.

Usai dinikahkan, pelaku yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek itu pun masih sering melakukan perbuatan yang sama terhadap korban.

"Suami saya tidak tahu-menahu atas perbuatan ayahnya sendiri," kata NG.

Dari hasil hubungan tersebut, lahirlah seorang anak perempuan.

Namun, pelaku tetap saja melakukan perbuatan yang sama terhadap korban.

Bahkan, korban diancam akan dibunuh bila melaporkan perbuatan itu kepada saudara-saudaranya.

Akhirnya, korban tidak tahan dan memilih melaporkan hal ini ke Polresta Manado dengan didampingi tantenya.

Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Roly Sahelangi ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

"Kasus ini sementara dalam penanganan unit PPA," kata Sahelangi.

Sumber: tribunnews

Tak Seperti Ahok, Anies Sangat Sopan Tanggapi Keluhan Ibu-Ibu

ilustrasi

Jakarta - Massifnya pembangunan di Jakarta tak dibarengi dengan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan kurang responsifnya pelayanan kesehatan yang cenderung berbelit dan memakan waktu.

Keluhan itu disampaikan warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat kepada calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan saat berkunjung ke wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (20/12).‎ "Saya kalau berobat ke rumah sakit pakai BPJS kadang nggak dilayani dengan baik dan lama banget dapat kamarnya," curhat seorang ibu dengan nada sedih.

Keluhan ibu itu langsung ditanggapi langsung oleh Anies. Dia menyampaikan, bahwa nantinya pelayanan untuk pemegang kartu KJS atau BPJS akan mendapatkan hak yang sama.

"Dengan cara apa? tentunya dengan menambah kapasitas dan memberbaiki fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas," tutur Anies dengan kata sopan dan menyejukkan.

Selain menambah dan meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan, Anies juga memiliki gagasan untuk menambah jumlah tenaga medis yang akan berkeliling ke kampung-kampung. Sebab menurutnya, tenaga medis door to door sangat membantu menjaga kesehatan warga.

Anies mencontohkan, petugas Jumantik yang memberi dampak pada berkurangnya penderita demam berdarah. "Selama ini cuma petugas Jumantik saja, nantinya akan ada petugas yang akan keliling ke rumah untuk memeriksa kesehatan warga dan mengantarnya ke rumah sakit jika diperlukan," terang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Aspek regulasi juga diperhatikan oleh inisiator Indonesia Mengajar itu. Nantinya dia memastikan akan membuka pembicaraan dengan pihak BPJS agar pelayanan terhadap warga miskin bisa lebih transparan.‎

Sumber: monitorday

Muhammadiyah Tidak Akan Ikut Membantu Mengamankan Gereja Saat Natal, Karena Indonesia Sudah Aman Dan Toleran

ilustrasi

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah tak perlu ikut kegiatan pengamanan Gereja jelang dan saat Natal dan tahun baru nanti.

“Jangan sampai keikutsertan Kokam melakukan pengamanan membangun kesan seolah umat Kristiani yang merayakan Natal dan tahun baru dibawah ancaman umat lain,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Dahnil menegaskan, tugas pengamanan merupakan tanggung jawab Kepolisian Republik Indonesia, karenanya Pemuda Muhammadiyah percaya penuh dan tidak pernah ragu dengan kemampuan pihak Polri untuk menjaga keamanan perayaan Natal dan tahun baru.

Dahnil meminta Kokam Pemuda Muhammadiyah diseluruh Indonesia cukup membantu pihak kepolisian memastikan lingkungan sekitar agar aman dan nyaman selama perayaan nanti.

Kokam Pemuda Muhammadiyah baru akan ikut dan wajib lakukan pengamanan bila ada fakta ancaman dan perusakan rumah ibadah pada pelaksanaan Natal oleh kelompok tertentu. “Karena ajaran Islam terang dan tegas melarang merusak tempat ibadah seperti ditegaskan di Surah Al-Hajj ayat 40,” jelasnya.

Sumber: porosjakarta

Jangan Polah-polah! Paksakan Atribut Non Muslim ke Karyawan Muslim, Perusahaan Bisa Ditindak

ilutrasi



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menyatakan apabila terdapat karyawan muslim yang menggunakan atribut keagamaan nomuslim atas kemauannya sendiri merupakan tanggung jawab diri masing-masing. Di sisi lain, perusahaan atau toko yang memaksa karyawan Muslim memakai atribut Non-Muslim, bisa ditindak.

"Artinya juga dosa masing-masing karena sudah ada fatwa yang mengatur penggunaan atribut itu sendiri," kata Maruf dalam pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rumah Dinas Kapolri, Jakarta, Selasa (20/12/2016) malam.

Sementara itu, Kapolri menyatakan apabila terjadi pemaksaan suatu perusahaan terhadap karyawan untuk menggunakan atribut keagamaan itu maka bisa ditindak secara hukum.

"Kemudian yang perlu jadi atensi jangan sampai ada pemilik toko memaksa karyawan yang muslim untuk pakai atribut natal dengan ancaman dipecat karena pemaksaan itu bisa dijerat dengan Pasal 335 ayat 2 KUHP," ucap Tito.

Sementara, kata dia, terkait masyarakat yang secara ramai-ramai datang ke mall dengan alasan sosialisasi namun melakukan intimidasi maka Polri bisa melakukan penindakan.

"Apabila meresahkan kepentingan publik, maka Polri dapat menerapkan "warning" atau peringatan untuk pembubaran. Silahkan bagi warga Muslim dengan kesadarannya memahami fatwa MUI itu. Kemudian bagi warga Non-Muslim tidak perlu khawatir melaksanakan hari raya karena memiliki hak melaksanakan ibadah dan kepercayaan masing masing itu dilindungi," tuturnya.

Sebelumnya, pada Senin (19/12/2016), Kapolri Jendral Tito Karnavian melarang aksi "sweeping" atau razia di berbagai pusat perbelanjaan dan kantor-kantor perusahaan oleh kelompok masyarakat terkait fatwa MUI.

sumber: teropongsenayan

AMSIK Nilai JPU Kasus Penistaan Agama Menyudutkan Ahok

Ilustrasi

Nia Sjarifudin dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusi (AMSIK) menilai, jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara dugaan penistaan agama seolah menyudutkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lalu membenarkan kandidat-kandidat lain yang berkampanye memakai isu SARA dan politisasi ayat, bukan beradu visi misi dan program.

"Padahal, dalam berdemokrasi secara sehat dan mencerdaskan justru kampanye kandidat dalam pilkada harus memaparkan program secara transparan," ungkap Nia, lewat pesan singkatnya, Selasa (20/12).

Tak hanya itu, Nia juga menyayangkan pendapat jaksa yang menyatakan bahwa Ahok merasa benar sendiri ketika menuntut kandidat lain untuk beradu program, bukan menggunakan Surat Al-Maidah 51.

"Bagi kami, tanggapan Jaksa itu menyesatkan karena dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) harusnya perdebatan dan alasan pemilihan terkait visi, misi, dan program para kandidat bukan adu dan permainan ayat," tegas Nia.

Karena itu, Nia menegaskan, pihak JPU tidak boleh mendapatkan intervensi atau mengalami tekanan ketika menangani kasus tersebut. Jika mendapat tekanan atau intervensi, jaksa akan kehilangan logika. "Tekanan massa itu pula Jaksa kehilangan logika," kata Nia.

Jika sudah kehilangan logika, bukan hanya menunjukkan jaksa tidak profesional, akan tetapi juga membahayakan due process of law. "Ini merupakan preseden buruk pada penegakan hukum yang berkeadilan untuk kasus-kasus yang berdimensi politik pada masa-masa yang akan datang," tandas Nia.


Sumber: jitunews

Catat ! Presiden Jokowi Minta Harga BBM dan Listrik Tidak Naik

Ilustrasi

Presiden Jokowi memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium, solar, minyak tanah, dan listrik dalam tiga bulan ke depan. Ini untuk menjaga daya beli masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

"Harga premium, solar, minyak tanah, dan listrik ditetapkan tidak naik dulu. Ini adalah upaya pemerintah supaya daya beli masyarakat tidak menurun. Ini arahan Pak Presiden," kata Jonan.

Untuk itu, menurut Jonan, pemerintah akan menyampaikan rencana ini kepada Komisi VII DPR RI.

"Ini untuk tiga bulan kedepan. Nanti dievaluasi lagi. Listrik juga tidak ada kenaikan sampai tiga bulan kedepan, kita akan ajukan usulan ini ke komisi VII DPR," papar Jonan.

Keputusan pemerintah ini sekaligus mengubah pola penetapan dan evaluasi harga BBM dari satu bulanan menjadi tiga bulanan. Selain itu keputusan tidak menaikan harga BBM dan listrik juga mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia.

Sumber: teropongsenayan

Proyek Infrastruktur Dimana-mana, Harusnya Penyerapan Tenaga Kerja Di Sektor Kontruksi Juga Terdongkrak Tapi Kenyataannya...

Ilustrasi

Penurunan penyerapan tenaga kerja sepanjang di sektor konstruksi mengalami diduga terkait dengan banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, seharusnya penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi juga terdongkrak.

"Tetapi menariknya, justru ada konstraksi penyerapan tenaga kerja di bidang ini sebanyak 230 ribu, padahal ada proyek infrastruktur di mana-mana. Ini menjadi pertanyaan kita juga," katanya di Jakarta, Selasa, 20 Desember 2016.

Dia menduga kondisi tersebut disebabkan masuknya tenaga kerja asing khususnya pada proyek-proyek yang didanai modal pinjaman dari Cina. Hal ini sejalan dengan melonjaknya kunjungan warga negara asal Cina yang masuk ke Indonesia menggunakan visa turis.

Faisal mendorong pemerintah untuk lebih sungguh-sungguh mengevaluasi kebijakan bebas visa tersebut agar tidak disalahgunakan sebagai jalan masuk untuk bekerja secara ilegal.

"Karena di sejumlah daerah khususnya di luar Jawa ada ditemukan TKA dari Cina yang tidak hanya pada level manajemen tetapi juga level pekerja kasar," ujarnya.

Selain itu, Faisal menyebutkan konstraksi penyerapan tenaga kerja ini juga terjadi lantaran pembangunan infrastruktur lebih banyak menggunakan teknologi. Mengutip data laporan Badan Pusat Statistik pada Agustus 2016, penambahan tenaga kerja terjadi di hampir semua sektor. Tingkat pengangguran terbuka pun turun menjadi 5,61 persen dari posisi 6,18 persen pada tahun lalu.

Namun, peningkatan penyerapan tersebut masih didominasi oleh sektor-sektor yang memiliki tingkat produktivitas rendah. Sektor tersebut yakni jasa kemasyarakatan sebanyak 1,5 juta orang atau sekitar 42 persen, sektor perdagangan sebanyak 1 juta orang atau 28 persen, dan sektor transportasi sebanyak 0,5 juta orang atau 14 persen.

Sumber: tempo

Ormas Tionghoa Nobatkan Habib Rizieq Man of The Year 2016

Ilustrasi

Jakarta - Kiprah dan perjuangan lmam Besar Front Pembela ilslam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab sepanjang tahun 2016, terutama saat ia berhasil memimpin jutaan umat dalam Aksi Bela lslam 4/11 dan 2/12 yang berakhir damai, ternyata mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Tak terkecuali dari dua Ormas berbasis masyarakat Tionghoa, yakni Muslim Tionghoa ‘lndonesia (MUSTI) dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) telah mengumumkan, penobatkan Habib Riezieq Shihab sebagai ”Man Of The Year 2016” atau “Tokoh Indonesia 2016” tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan masyarakat atas kiprah Ulama tersebut sepanjang tahun 2016 di Restoran Al Jazeeera, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Ketua MUSTl, H. Jusuf Hamka menyebutkan, penobatan Habib Muhammad Rizieq Shihab sebagai “Tokoh Indonesia 2016” didasarkan pada sejumlah fakta terkait kiprah dan perjuangan yang bersangkutan dalam aks’i “Bela Islam” pada tanggal 4 November dan 2 Desember 2016.

“Dengan wibawa yang ia miliki, Habib Rizieq Shihab berhasil meredam amarah Umat Islam yang berunjukrasa sehingga aksi tersebut tidak berakhir anarkis. Bahkan tidak ada rumput yang rusak dan satu ranting pohon pun yang patah di Monas,” ujar Jusuf Hamka.

Tak hanya itu, menurut Jusuf Hamka, dalam berbagai kesempatan Habib Rizieq Shihab juga selalu menekankan bahwa ia cinta NKRI dan aksi “Bela Islam” yang dipimpinnya bukan karena umat Islam anti Cina atau anti etnis dan agama lain, tapi murni sebagai bentuk perjuangan untuk membela agamanya.

habib-rizieq-man-of-the-year-2016Selain itu, tambah Jusuf Hamka, Habib Rizieq Shihab terbukti mampu membangkitkan potensi umat lslam menjadi sebuah kekuatan yang kini kembali diperhitungkan.

"Sebagai Ulama, Habib Rizieq sangat mumpuni, dan sebagai pemimpin beliau juga sangat dihormati,” ujar Jusuf Hamka.

“Jadi, siapapun pasti akan sependapat bahwa Habib Rizieq Shihab memang pantas mendapat penghargaan sebagai “Man Of The Year 2016," tambahnya.

Dua hal itulah, kata Jusuf Hamka, yang menjadi dasar muslim Tionghoa lndonesia dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi menobatkan Habib Rizieq Shihab sebagai “Tokoh Indonesia 2016” atau “Man Of The Year tahun 2016”.

“Kita jadi tau, Habib Rizieq Shjihab itu ternyata tidak hanya mampu bertindak keras dalam “beramar ma’ruf nahi munkar”, tapi beliau juga bisa sangat lembut dan menyejukkan,” jelas Jusuf Hamka.

Disebutkan, sebagai organisasi Tionghoa Muslim di lndonesia, menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Habib Rizieq Shihab dalam membawa lslam menjadi agama yang benar-benar “Rahmatan Iil Alamin”di negeri ini.

"Yakni agama yang tidak hanya dapat melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar tetapi diwajibkan melindungi kaum minoritas/Tionghoa dan agama agama lain dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurut Jusuf Hamka, penobatan Habib Rizieq sebagai “Tokoh Indonesia 2016” itu murni sebagai bentuk penghargaan terhadap siapapun tokoh bangsa atas perjuangan dan kiprahnya dalam mewujudkan perdamaian dan persatuan. “Tak ada muatan politik dalam pemberian penghargaan dan penobatan ini. Penghargaan murni didasarkan pada penilaian kami terhadap apa yang sudah dilakukan Habib Rizieq Shihab sepanjang tahun 2016," tegas Jusuf Hamka.

Apa yang dilakukan Habib Rizieq Shihab, ujar Jusuf Hamka, adalah suatu yang luar biasa. Beliau berhasil menggerakan potensi Umat Islam yang ingin berunjukrasa, menjadi sebuah upacara ritual Sholat Jum’at berjamaah yang diikuti jutaan orang.

“Di negara manapun di dunia ini, belum pernah saya melihat ada Sholat Jum‘at yang jama’ahnya hingga jutaan orang dan dilaksanakan di tempat terbuka," katanya.

Bahkan, tambahnya, di Indonesia barangkali hanya Habib Rizieq Shihab satu-satunya Khotib Sholat Jum’at akbar terbesar sedunia yang Khutbahnya didengarkan langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden serta jutaan umat yang begitu khusuk dan damai.

Rencananya, penyerahan penghargaan Habib Rizieq sebagai “Tokoh Indonesia 2016” itu akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Desember 2016 di Jakarta.

“Tapi penobatannya sebagai “Tokoh Indonesia 2016” akan dilakukan di Pondok Pesantren Habib Rizieq Shihab, di Bogor, pada tanggal 28 Desember 2016," ujar Lieus Sungkharisma.

Sumber: beritasatu

Kubu Rachmawati Soekarnoputri Sesalkan Surat yang Dikirim Sri Bintang ke MPR, Apa Isinya?

Ilustrasi
 Kemarin, Selasa, 20 Desember 2016, dosen Universitas Bung Karno (UBK), Aminuddin, diperiksa sebagai saksi oleh polisi terkait kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh dan aktivis.

Usai menjalani pemeriksaan, Aminuddin menyesalkan surat yang dikirim salah satu tersangka dugaan makar, Sri Bintang Pamungkas (SBP), ke pihak MPR RI. Apa isinya?

Dalam surat tersebut, jelas Aminuddin, ada beberapa poin yang disampaikan SBP. Salah satunya permintaan agar mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicabut.

"Itulah kami menyesalkan, karena kami sendiri menyampaikan surat juga ke MPR yaitu gerakan save NKRI. Rupanya Pak Sri Bintang kirim juga," kata Aminuddin di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Menurut Aminuddin, surat yang diajukan SBP merupakan inisiatif pribadi dan di luar kesepakatan dalam rapat yang dihadiri para tokoh, yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan makar.

Sementara itu, agenda Rachmawati Soekarnoputri dalam aksi 2 Desember 2016 (212) yakni tangkap dan penjarakan terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta mengembalikan UUD 45 sesuai dengan naskah sebelum diamandemen.

Untuk massa, Aminuddin menyebut, Rachmawati Soekarnoputri memiliki massa sendiri dan tidak mengajak massa yang menggelar aksi damai 212 di Monumen Nasional (Monas). Pemberitahuan mengenai aksi tersebut juga telah dilayangkan kepada Kapolda Metro Jaya dan MPR.

"Rencana kan Bu Rachma datang menyampaikan petisi kemudian Ketua MPR pada tanggal 28 November ditelepon Ibu Rachma. Ketua MPR menjawab tidak bisa terima karena akan ke Monas dan nanti akan koordinasi dengan wakil-wakilnya agar menerima Bu Rachma," ucap Aminuddin.

"Rupanya teman-teman ada agenda lain misalnya menduduki MPR, sidang istimewa dan itu di luar konteks tuntutan kami. Massa kami juga di luar massa aksi damai 212, dan bukan menunggangi, sama sekali tidak. Mereka kan beda visi ngaji dzikir, dan kami ke DPR/MPR," imbuh Aminuddin.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/49564/kubu-rachmawati-soekarnoputri-sesalkan-surat-yang-dikirim-sri-bintang-ke-mpr-apa-isinya#ixzz4TQdemSl9

Sumber: jitunews

Anggota DPR: Jangan Jadikan Alutsista Peti Mati bagi Prajurit TNI!

Ilustrasi

Kecelakaan pesawat milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali terjadi dan merenggut korban jiwa. Kali ini, sebuah pesawat Hercules milik TNI AU jenis C-130 HS dengan nomor registrasi A – 1334 jatuh di sekitar Bandara Wamena, Papua.

Pesawat yang dikabarkan hibah dari Negeri Kanguru tersebut merenggut nyawa 12 kru yang akan melaksanakan misi latihan penerbangan. Sementar‎a itu, satu penumpang yang juga prajurit TNI AU ikut tewas dalam insiden kecelakaan tersebut.

Menanggapi adanya kembali insiden kecelakaan pesawat itu, anggota Komisi I DPR, Charles Honoris berharap ada reformasi dalam segi alutsista di tubuh TNI. Hal tersebut agar para prajurit negara tidak gugur d‎alam kesalahan teknis.

“Prajurit TNI itu dilatih dan dididik untuk menghadapi ancaman dan musuh NKRI, bukan untuk mati karena kelalaian institusi,” ujarnya seperti dilansir Okezone, Selasa (20/12/2016).

Lebih lanjut, kata Charles, sudah ada sekira lima kecelakaan pesawat dengan korban para prajurit TNI dalam setahun terakhir. Sehingga, bukan tanpa sebab, reformasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) perlu dilakukan oleh pemerintah maupun institusi TNI.

“Sehingga jangan jadikan pesawat dan alutsista sebagai peti mati prajurit kita!‎” tuturnya.

Sumber: intelijen

Kemenag Luncurkan Quran Bahasa Ibu dan Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara

Ilustrasi

Kementerian Agama melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kemenag meluncurkan buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara dan Terjemahan Alquran Bahasa Ibu (Daerah) yaitu; Bahasa Batak Angkola, Bahasa Toraja dan Bahasa Mongondow di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag Jalan M.H THamrin No. 6, Jakarta.

Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditandai dengan menempelkan telapak tangannya di icon telapak tangan layar monitor disaksikan Kepala Badan Litbang dan Diklat, Abdurrahman Mas'ud. Menag mengatakan, 4 produk yang diluncurkan sangat bermanfaat dalam rangka penguatan budaya Nusantara dan Penguatan Karakter Bangsa.

Menurutnya, Buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara yang diluncurkan, memuat entri para pemuka enam agama. "Ini sangat bermanfaat sebagai penyedia data dan informasi mengenai sejarah hidup para pemuka agama dalam berbagai aspek, minimal secara akademis, sosiologis dan kultural," katanya belum lama ini.

Secara akademis, kata Lukman, buku ini bisa dijadikan rujukan biografis pemuka agama sebagai aktor penting dalam pembinaan umat beragama. Bahkan secara sosiologis, dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih beliau. Dan secara kultural, mampu menjadi alat perekat yang memerankan fungsi edukatif, peneladanan dan penguatan Peradaban Nusantara.

"Harapan kami, buku ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam upaya penciptaan tata hubungan yang kondusif antarumat beragama, untuk penguatan NKRI," katanya.

Menag melihat, terjemahan Alquran ke Bahasa Ibu mempunyai beberapa manfaat utama. Pertama, memberi layanan keagamaan bagi masyarakat yang tidak akrab dengan Bahasa Indonesia, dan kedua, penterjemahan ini diharapkan membantu pelestarian dan pemeliharaan budaya lokal, utamanya bahasa agar tidak punah.

Sebelumnya, Abdurrahman Masud mengatakan, Badan Litbang dan Diklat telah meluncurkan Terjemahan Al-Quran dalam 9 bahasa Ibu. Selain bahasa Batak Angkola, Toraja dan Mongondow, sebelumnya, telah diluncurkan Terjemahan Alquran dalam Bahasa Sasak, Makassar, Kaili, Jawa Banyumas, Minang dan Dayak Kanayant.

"Saat ini dalam proses penyelesaian terjemahan Alquran Bahasa Bali, Ambon dan Banjar Kalsel. Insya-Allah awal tahun depan sudah selesai dan bisa segera diluncurkan," katanya.

Sumber: republika

MUI: Penertiban Hanya Boleh Dilakukan Pemerintah

Ilustrasi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons munculnya berbagai tanggapan berbagai pihak terhadap fatwa MUI Nomor 56 tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim. MUI melihat ada pemahaman keliru tentang fatwa tersebut.

Dewan Pimpinan MUI menyampaikan substansi fatwa MUI Nomor 56 tahun 2016 menyatakan bahwa menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram.

"Secara jelas fatwa tersebut ditujukan kepada umat Islam dan menjaga akidah dan keyakinannya, serta melarang pihak mana pun untuk mengajak dan/atau memerintahkan kepada umat Islam untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim, karena hal itu bertentangan dengan akidah dan keyakinannya," ujar Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/12).

Fatwa tersebut dibuat dalam kerangka penghormatan kepada prinsip kebinnekaan dan kerukunan beragama di Indonesia. Makna dari kebinnekaan adalah kesadaran terhadap perbedaan, termasuk perbedaan dalam menjalankan keyakinan agamanya.

"Dengan demikian faktor penting dalam prinsip kebinnekaan adalah adanya saling menghormati dan tidak memaksakan keyakinannya tersebut kepada orang lain," kata dia. Setiap bentuk pemaksaan keyakinan kepada orang lain adalah bertentangan dengan HAM dan konstitusi.

Kiai Ma'ruf mengatakan fatwa MUI mempunyai daya ingat keagamaan (ilzam syar'i) dan merupakan panduan bagi umat Islam dalam menjaga akidah dan keyakinannya, serta menjadi kaidah penuntun dan sumber inspirasi dalam pembentukan peraturan perundangan di Indonesia.

Oleh karena itu, Dewan Pimpinan MUI mengapresiasi kepada berbagai pihak, khususnya jajaran kepolisian dan kepala daerah yang menjadikan fatwa tersebut sebagai sumber rujukan dalam menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Sumber: republika

TKA Tiongkok Membeludak di Indonesia, DPR: Dampak Kebijakan Bebas Visa Jokowi

Ilustrasi

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan, diberlakukannya bebas visa lebih dari 160 negara menyumbang banyaknya warga negara asing asal Tiongkok ke Indonesia yang akhirnya nekat bekerja di sini.

“Menurut saya, kebijakan bebas visa perlu dievaluasi. Setidaknya, kebijakan itu jangan dulu diterapkan sampai pemerintah betul-betul siap untuk melakukan pengawasan ditambah sistem pengawasan terpadu perlu disiapkan sebelum kebijakan bebas visa itu diberlakukan,” ujar anggota dewan dari fraksi PAN itu, Selasa (20/12).

Belum lagi, lanjut dia, banyaknya perusahaan asing di Indonesia yang menampung tenaga kerja asing asal Tiongkok, yang pada akhirnya membuat sulit pihak imigrasi. Padahal mereka ketika datang ke Indonesia menggunakan visa wisatawan.

“Sebab, jumlah pengawas yang dimiliki oleh pemerintah saat ini masih berkisar 1200 orang. Dibandingkan dengan jumlah perusahaan dan luasnya daerah, jumlah itu tentu sangat sedikit.”

“Indonesia itu negara besar. Wilayahnya luas. Perkiraan kita, ada 200 ribu lebih perusahaan di Indonesia. Tentu sulit untuk mengawasi TKA yang dipekerjakan di banyak perusahaan itu.”

Alhasil, kesulitan itu akan semakin terasa, keluar masuk orang asing dari berbagai negara tentu sulit diawasi. Belum lagi, koordinasi antara pihak imigrasi dan berbagai instansi lainnya masih sangat lemah.

“Sistem pengawasan terpadu itu mesti melibatkan banyak pihak. Ada imigrasi, Disnaker, Kepolisian, dan juga masyarakat. Selain itu, basis pengawasan lewat pengembangan jaringan sistem informasi menjadi sesuatu yang sangat mendesak,” ujar
anggota dewan dari daerah pimilihan Sumut II tersebut.

Sumber: aktual

Fatwa MUI 56/2016 Terbit karena Banyak Karyawan Muslim yang Mengeluh Dipaksa Gunakan Atribut Natal

Ilustrasi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin menegaskan respon sebagain pihak terhadap fatwa MUI no. 56 tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan non-Muslim tidak berimbang.

"Tanggapan terhadap fatwa tidak proporsional, bahkan tidak kontekstual," kata Kiyai Ma'ruf di gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (201/12/2016).

Apalagi, kata Kiyai Ma'ruf, MUI selain mengeluarkan fatwa twrsebuy. MUI juga meminta perlindungan bagi umat Islam dalam menjalankan ajaran syariatnya dengan murni dan benar.

Menurut Kiyai Ma'ruf, fatwa MUI tersebut muncul untuk merespon pertanyaan masyarakat yang mengalami fenomena pengharusan pemakaian atribut Natal di perkantoran, di pertokoan, dan di kantor pemerintah dari pihak-pihak yang ingin memeriahkan acara keagamaannya. Kemudian, MUI mengkaji persoalan tersebut dan mengeluarka  fatwa yang intinya.

Pertama, menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram.

"Kedua, mengajak dan atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram," jelasnya.

Secara jelas, kata Kiyai Ma'ruf, fatwa tersebut ditujukan kepada umat Islam agar menjaga akidah dan keyakinannya. "Serta melarang pihak manapun untuk mengajak dan atau memerintahkan kepada umat Islam untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim, karena hal itu bertentangan dengan akidah dan keyakinannya," ungkapnya.

Lanjutnya, fatwa MUI mempunyai daya ikat keagamaan (ilzam syar'i) dan meruoakan panduan bagi umat Islam dalam menjaga aqidah dan keyakinannya, serta menjadi kaedah penuntun dan sumber inspirasi dalam pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

"Oleh karena itu, Dewan Pimpinan MUI mengapresiasi kepada berbagai pihak , khususnya kepolisian dan kepala daerah yang menjadikan fatwa tersebut sebagai sumber rujukan dalam menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama di Indonesia," pungkas Kiyai Ma'ruf. *

Sumber: voaislam

Presiden Jokowi: Jaga Kesetiakawanan Sosial

Ilustrasi




Kesetiakawanan sosial adalah nilai asli bangsa Indonesia. Sebagai nilai asli bangsa, kesetiakawanan sosial wajib dijaga dan dimanifestasikan dalam perilaku masyarakat Indonesia setiap hari. Presiden Joko Widodo mengingatkan hal itu dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 20 Desember 2016.

"Saya tegaskan bahwa kesetiakawanan sosial perlu dirasakan secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan. Nyata dalam arti benar-benar bertindak saling membantu. Karena itu, mulai dari diri kita masing-masing, dari tiap keluarga, harus terus menanamkan dan memupuk nilai-nilai kesetiakawanan sosial, nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai kebhinnekatunggalikaan kita," tegas Presiden.

Hadir dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil serta Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Presiden melanjutkan, kesetiakawanan merupakan nilai luhur yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu. Oleh karenanya, semangat kesetiakawanan tentu harus dijaga. Dengan memperingati hari kesetiakawanan, maka sesungguhnya masyarakat Indonesia juga memperingati nilai-nilai asli yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

"Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) sejatinya adalah memperingati nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang sudah tertanam dalam diri bangsa kita jauh sebelum kemerdekaan. Nilai-nilai yang kemudian dirumuskan oleh para pendiri bangsa dalam Pancasila, dasar kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Sejarah perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia hingga kini telah membuktikan bahwa kesetiakawanan yang ditunjukkan masyarakat Indonesia mampu menjadi modal menghadapi segala tantangan dan cobaan yang dialami bangsa.

Seperti saat bencana yang menimpa suatu daerah misalnya, segenap masyarakat dari segala penjuru Indonesia berbondong-bondong untuk membantu.

"Namun, saya mengingatkan bahwa kesetiakawanan sosial jangan hanya dilakukan saat ada bencana. Kesetiakawanan sosial seharusnya dapat dirasakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Saling tolong menolong, saling membantu, seperti dalam usaha kita bersama mengatasi kesenjangan sosial, menjaga persatuan dan toleransi, serta menjaga kesejukan hidup berbangsa dan bernegara," imbuh Presiden.

Sumber: jitunews