Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Wednesday, December 21, 2016

Tak Hanya Gorengan, Makanan dan Minuman Ini Juga Harus Kamu Hindari biar Batuk Cepat Sembuh

ilustrasi

Saat kita sakit batuk, butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh total. Selain perlu mengonsumsi obat secara rutin, perlu juga menghindari jenis makanan tertentu biar batuk cepat sembuh. Dan ternyata bukan cuma gorengan atau makanan berminyak yang perlu dihindari, tapi juga jenis makanan dan minuman lain.

Batuk bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Mulai dari alergi, flu, polusi, asap rokok, dan makanan yang dikonsumsi. Kenali penyebab sakit batuk yang kamu rasa untuk bisa mendapatkan obat yang tepat. Juga sebaiknya hindari jenis makanan dan minuman ini agar bisa cepat sembuh.

Susu

Dahak merupakan lendir yang tebal dan lengket berasal dari bagian belakang tenggorokan disebabkan oleh alergi atau flu. Seperti yang dilansir oleh newhealthadvisor.com,kalau batuk yang kamu derita disertai lendir, hindari makanan yang bisa menyebabkan munculnya lendir. Protein dalam susu yang muncul saat dicerna bisa menyebabkan produksi lendir berlebih di usus.

Susu dan jenis makanan berbahan dasar susu bisa memiliki efek samping meningkatnya produksi lendir di saluran pernapasan, termasuk tenggorokan dan paru-paru, terlebih jika sudah terjadi peradangan atau infeksi.

Kafein

Kalau sakit batuk disebabkan oleh pilek atau flu, dokter akan menyarankanmu untuk lebih banyak minum. Hanya saja yang sebaiknya diminum adalah air putih. Bukan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, cokelat, atau minuman bersoda. Minuman berkafein memiliki efek diuretik (pendorong produksi air seni) sehingga malah bisa meningkatkan intensitas buang air kecil dan membuat tubuh dehidrasi.

Makanan Olahan

Apa sajakah jenis makanan olahan itu? Beberapa di antaranya adalah keripik, ragam camilan dalam kemasan, pasta, dan roti. Saat sakit, sistem kekebalan tubuh harus bisa dijaga dengan baik. Dengan menjaga pola makan dan tak sembarangan mengonsumsi makanan olahan, maka tubuh jadi akan mempercepat proses sembuhnya.

Buah Mangga, Pisang, dan Jeruk

Buah-buahan yang mengandung asam bisa menyebabkan acid reflux, sehingga bisa memperparah kondisi tenggorokan dan memicu batuk. Buah mangga, pisang, dan jeruk sebaiknya dihindari karena memiliki tekstur berlendir dan mengandung getah yang bisa membuat batukmu makin parah bila dikonsumsi. Saat batuk, buah yang sebaiknya dipilih adalah yang kandungan airnya banyak seperti semangka dan jenis buah pir tertentu.

Saat batuk, tetap penting untuk mencukupi kebutuhan gizi. Makanan yang baik dikonsumsi saat sedang batuk antara lain sup hangat, sayuran yang mengandung vitamin C seperti brokoli dan tomat, dan pastinya juga minum air putih hangat yang cukup.

Semoga info di atas bisa bermanfaat buatmu, ya Ladies!

Sumber: vemale

Awas! Jangan Sentuh 4 Bagian Tubuh Ini kalau Belum Cuci Tangan

ilustrasi

Jakarta - Sewaktu kecil, Anda mungkin ingat, ibu selalu menyuruh kita rajin cuci tangan untuk menjaga kebersihan pribadi. Hal ini karena tangan memang merupakan sumber penularan penyakit.

Bicara soal cuci tangan, UNICEF telah menyatakan hari cuci tangan sedunia setiap 15 Desember. Mereka menekankan bahwa ada banyak penyakit menular yang bisa menyentuh beberapa bagian tubuh.

Lantas, bagian tubuh mana saja yang tak boleh disentuh sembarangan? Berikut ulasannya, seperti dilansir Step to Health, Selasa (20/12/2016):

1. Mata

Mata adalah salah satu indera yang paling berharga yang kita miliki. Untuk alasan itu, bisa sangat menjengkelkan bisa kita mengalami infeksi mata.

Mungkin telah menjadi kebiasaan saat seseorang meletakkan tangannya ke mata. Tapi ingat akan risiko infeksi mata.

Sekalipun Anda harus menyentuh mata karena penggunaan lensa kontak, pertimbangkan beberapa saran ini:

- Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh mata

- Menggunakan kapas atau tisu jika perlu untuk mengeringkan air di mata

- Memastikan tangan bersih sebelum mengenakan atau melepas lensa kontak.

- Jangan menggosok mata Anda untuk alasan apapun karena mata sangat sensitif

- Jangan memaksakan mata di depan komputer bila sudah terasa lelah

2. Bagian intim

Bagian intim ini juga tak boleh sembarangan disentuh sebelum tangan bersih. Kesalahan yang sering wanita lakukan adalah sering mencuci bagian intim dengan sabun atau pembersih vagina. Padahal, hal ini hanya akan memicu iritasi karena sabun dan pembersih tersebut berguna bila wanita memiliki masalah kewanitaan seperti keputihan dan sebagainya.

3. Telinga

Salah satu bagian tubuh yang tidak boleh disentuh adalah bagian dalam telinga Anda. Hal ini dapat menyebabkan lesi dan seiring waktu akan menimbulkan infeksi.

Anda harus ingat, kotoran telinga berfungsi untuk melindungi telinga. Dan bila Anda ingin membersihkan telinga, konsultasikan lebih dulu dengan otorhinolaryngologist, seorang dokter yang mengkhususkan diri di daerah itu.

Dokter akan membantu Anda menghilangkan kelebihan kotoran telinga tanpa masalah dan dengan metode yang aman.

4. Wajah

Hindari menyentuh wajah Anda. Ini mungkin kebiasaan, tetapi cobalah untuk belajar menghindarinya sebisa mungkin.

Ada beberapa alasan untuk ini. Pertama, tangan membawa banyak kotoran. Ketika kotoran ini menempel pada pori-pori kulit, maka kotoran akan tersumbat dan menyebabkan jerawat dan bercak-bercak merah pada kulit. Jadi pastikan cuci tangan sebelum membersihkan wajah.

Sumber: liputan6

Sudah Tahu? Saat Hamil, Inilah Perubahan yang Terjadi pada Otak Wanita

ilustrasi

Jakarta, Perubahan secara fisik atau psikis lumrah dialami wanita yang sedang mengandung. Tapi jangan salah, selain mood atau kondisi fisik, otak si ibu juga mengalami perubahan lho.

Adalah sebuah studi yang dilakukan peneliti di Universitat Autonoma de Barcelona dan Leiden University yang menemukan bahwa terjadi perubahan struktural pada otak ibu selama mengandung. Perubahan ini dialami si ibu bahkan sampai setelah 2 tahun ia melahirkan.

Untuk studi ini, peneliti melihat scan otak 25 wanita yang merupakan ibu baru. Scan dilakukan sebelum mereka hamil, segera setelah melahirkan, dan dua tahun setelah melahirkan. Hasil scan otak dibandingkan dengan 19 pria yang baru menjadi ayah, 17 pria yang belum punya anak, dan 20 wanita yang belum pernah melahirkan.

"Kami menemukan ada pengurangan materi abu-abu di otak ibu yang baru hamil pertama kali. Perlu diketahui bahwa perubahan materi abu-abu terlibat dalam interaksi sosial di mana perubahan itu dipakai untuk menghubungkan pikiran dan perasaan kepada orang lain yang disebut theory of mind," tutur salah satu peneliti, Elseline Hoekzema.

Dilansir BBC, perubahan ini bisa membawa keuntungan bagi ibu baru di antaranya membantu mereka mengenali kebutuhan anaknya, lebih menyadari ancaman sosial yang potensial, dan lebih lekat dengan sang anak. Sementara, dalam eksperimen lain, para ibu ditunjukkan foto bayi mereka dan bayi orang lain.

Kemudian, aktivitas otak para ibu direkam. Diketahui, bagian otak yang menyala saat ibu melihat foto bayi mereka cocok dengan daerah yang mengalami pengurangan materi abu-abu. Sedangkan, wilayah yang sama tidak menyala ketika ibu melihat foto bayi lainnya.

"Kami berspekulasi bahwa pengurangan volume materi abu-abu selama kehamilan merupakan proses spesialisasi atau pematangan lebih lanjut dari theory of mind. Selain itu, perubahan ini juga bisa memiliki tujuan adaptif jelang wanita menjalani peran barunya sebagai ibu," papar Hoekzema.

Hasil studi yang diterbitkan dalam Nature Neuroscience ini menemukan bahwa semua ibu hamil mengalami perubahan tersebut, baik ketika mereka hamil melalui pembuahan alami atau prosedur bayi tabung.

Sumber: detikhealth

Tuesday, December 20, 2016

Jangan Abaikan! 7 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Bikin Kita Merasa Lelah Sepanjang Hari

ilustrasi

Selidik punya selidik, kelelahan sebenarnya tak hanya disebabkan karena kurang tidur saja. Ada banyak hal yang bisa memicunya.  Mulai dari bergantung pada kafein hingga melewati sarapan di pagi hari. Berikut, tujuh kebiasaan yanng membuat kita lelah sepanjang hari:

1. Bergantung pada kafein

Memulai pagi hari dengan secangkir kopi memang tak ada salahnya. Bahkan, studi menunjukkan kalau tiga cangkir kopi yang dikonsumsi dalam satu hari, baik untuk kesehatan kita. Namun, mengonsumsi kafein dengan tidak semestinya, dapat mengganggu siklus tidur-bangun seseorang.

Dalam Journal of Clinical Medicine dikatakan, mengonsumsi kafein enam jam sebelu tidur dapat memengaruhi kualitas tidur kita. Jadi, sebaiknya kurangilah asupan kafein mulai dari sore hari.

2. Tidak berolahraga

Keistimewaan olahraga dapat kita lihat dari hasil studi di Universitas Georgi. Studi itu mengatakan, orang dewasa yang berolahraga ringan (20 menit perhari)  sebanyak tiga kali dalam seminggu, merasa lebih bersemangat dan berenergi.

3. Kurang minum

Sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan. Bahkan, tulang yang kelihatannya kering, juga terdiri dari cairan. Nah, kehilangan cairan sering menjadi penyebab tubuh terasa lelah. Menurut  Amy Goodson, RD, ahli gizi di Texas Health Ben Hogan Sports Medicine, dehidrasi dapat menyebabkan pengurangan volume darah. Selain itu, ia juga bisa membuat darah menjadi lebih tebal.

Imbasnya, kerja jantung untuk memompa darah jadi kurang efektif. Alhasil,  peredaran oksigen dan nutrisi akan semakin lama untuk memenuhi kebutuhan energi bagi otot dan organ tubuh. Bukan Cabai, Melainkan Kurang Minumlah yang Sebabkah Radang Usus Buntu

4. Kekurangan zat besi

Jangan anggap remeh manfaat zat besi bagi tubu. Sebab kandungan zat besi yang minim dalam tubuh akan membuat seseorang menjadi lamban, lemah, dan tidak fokus. Menurut Goodson,  hal ini dikarenakan kurangnya  asupan oksigen yang beredar di otot dan sel-sel tubuh. Nah, kalau asupan zat besi tercukupi, tubuh dapat terhindar dari anemia yang menyebabkan tubuh terasa lelah.

5. Tidur larut

Tidur merupakan cara termudah untuk mengisi kembali tenaga kita. Sebaliknya, kurang tidur akan membuat tubuh kurang segar ketika bangun di pagi hari. Selain membuat tubuh terasa lelah, kurang tidur juga dapat menurunkan suasana hati kita. Nah, saat tertidurlah sistem imun akan bekerja lebih optimal. Kalau sistem imun berada dalam kondisi prima, penyakit pun enggan datang.

6. Terlalu merasa gelisah

Kegelisahan dan kecemasan sebenarnya tak hanya mengganggu kesehatan mental saja. Kegelisahan juga dapat membuat tubuh menjadi cepat lelah. Contohnya merasa gelisah saat dipanggil atasan di tempat kerja dalam pertemuan tak terduga. Biasanya, di saat-saat itulah kita kadang berpikir kalau hal buruk akan segera terjadi. Takut dipecat, misalnya. Solusinya, sebaiknya kita tidak  memikirkan hal-hal buruk yang belum pasti terjadi.

7. Tidak sarapan

Jangan heran kalau Anda merasa lelah bila melewati sarapan di pagi hari. Sebab, melalui makanan lah tubuh dapat memenuhi kebutuhan bahan bakarnya. Nah, yang perlu kita pahami, tubuh akan tetap menggunakan makanan yang kita makan di malam hari untuk memompa darah dan aliran oksigen.

Oleh sebab itu kita perlu sarapa guna memenuhi bahan bakar yang terbuang. Nah, makanan apa sih yang baik untuk dikonsumsi pada pagi hari? Goodson menyarankan agar kita  memilih biji-bijian, protein, dan lemak sehat untuk sarapan. Contoh, oatmeal, selai kacang, susu rendah lemak, telur dengan dua iris roti gandung, atau greek yogurt.

Sumber: tribunjabar

Saat si Kecil Sakit, Haruskah Langsung Dibawa ke Dokter?

ilustrasi

IBU baru selalu panik dan bingung jika anaknya kena demam dan flu. Mereka selalu cepat-cepat membawa anaknya ke dokter padahal baru sakit satu sampai dua hari.

Padahal Moms, jika si kecil sakit jangan langsung dibawa ke dokter. Anda dapat menangani sendiri di rumah dengan cara sederhana.

Misalnya ketika si kecil pilek, lebih baik berikan dia obat-obatan sederhana seperti tetes hidung, anak dijemur di pagi hari, banyak minum air putih, atau bisa juga memberikan uap minyak kayu putih.

"Pada fase awal, kalau anak pilek lalu penyebabnya virus bisa sembuh sendiri. Jangan buru-buru dibawa ke dokter kalau kondisi pileknya tidak sangat mengganggu kegiatan anak atau kalau anak rewel," ujar Spesialis Anak dr Isabella Riandani SpA saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, baru-baru ini.

Dokter dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu menambahkan, begitu juga di saat anak sedang demam, jangan langsung dibawa ke dokter jika indikasinya tidak memicu kejang. Sediakan saja alat ukur termometer di rumah untuk mengetahui suhu tubuh si kecil.

"Kalau panas tinggi atau mengarah ke kejang boleh langsung dibawa ke dokter. Tapi kalau demamnya kena virus rata-rata satu minggu bisa hilang kok," tukasnya.

Sumber: okezone

Sering Ngerasa Sakit Punggung? Bisa Jadi 4 Hal Ini Penyebabnya...

ilustrasi

Jakarta - Bukan cuma orang tua, anak-anak muda juga bisa menderita sakit punggung. Baik yang bagian tengah, atas, atau bahkan bawah. Sering sakit punggung bukan berarti hanya sekadar pegal-pegal, lho! Ada beberapa tanda dan alasan di balik sakit pada punggungmu.

Jika dibiarkan, mungkin akan berbahaya buat tubuhmu. Namun, sebelum memutuskan untuk berobat ke mana dan apa obat yang tepat, sebaiknya kamu ketahui dulu kemungkinan penyebab dari sakit punggungmu, dilansir dari doctoroz.com.

1. Bisa jadi ada infeksi pada saluran kencing yang sering disebut dengan Urinary Tract Infection (UTI). Infeksi yang tak diobati dalam kurun waktu yang cukup lama akan menyebabkan inflamasi, sakit seperti ditusuk-tusuk, dan juga sakit pada punggung bagian bawah.

2. Menurut psikolog Dr. Jennifer Hartstein, stres juga bisa menyebabkan gangguan fisik, termasuk sakit punggung. Juga sakit pada otot bagian tubuh lainnya.

3. Buat kamu yang suka pakai sepatu berhak tinggi, ini juga bisa menyebabkan punggung jadi sakit. Bisa jadi kualitas sepatu yang buruk, atau lama waktu penggunaan sepatu tersebut.

4. Merokok juga bisa menyempitkan pembuluh darah, mengurangi aliran darah dalam tubuh, dan akhirnya mengubah cara tubuhmu memberikan reaksi pada rasa sakit. Kalau kamu sudah memiliki sakit punggung, merokok bisa  memerburuk kondisi kesehatan punggungmu.

Sumber: bintang

Perhatikan ! Ini Kesalahan yang Sering Terjadi Untuk Pemakai Lensa Kontak

Ilustrasi

Lensa kontak yang bersih adalah yang kamu butuhkan untuk mata. Sebuah laporan pemerintah baru memperingatkan bahwa kebiasaan buruk, seperti memakai lensa tidur dapat menyebabkan infeksi mata dan cedera yang mungkin permanen.

"Lensa kontak aman dan efektif ketika dipakai dan dirawat seperti yang direkomendasikan," kata Michael Beach, PhD, direktur Program Air Sehat CDC, dalam siaran pers tentang survei.

Namun, lensa kontak yang tidak layak pakai dapat menyebabkan infeksi mata yang kadang-kadang menyebabkan luka serius bahkan kerusakan jangka panjang.

Inilah kesalahan yang harus kamu hentikan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal

Tidur Menggunakan Lensa Kontak

Enzim dan antibodi yang melindungi permukaan matamu membutuhkan oksigen untuk melawan kuman. Ketika mata Anda ditutup pada malam hari, pasokan udara berkurang. Intinya, kontak lensa harus keluar.

Memakai Lensa Saat Jari Kotor

Untuk menghindari mentransfer minyak, kotoran, dan bakteri ke mata Anda, bersihkan tangan Anda sebelum Anda membersihkan kontak Anda.

Tidak Menggosok Mata

Jika menggunakan lensa kontak, solusinya jangan digosok itu merupakan ide yang baik. Bersihkan lensamu saat telah dilepas untuk menghilangkan kuman dan penumpukan protein.

Kamu Tidak Mengubah Kebiasaanmu

Reena Garg, MD, asisten profesor dari ophthalmology, di Icahn School of Medicine, New York City, mengatakan tentang kesehatan dalam sebuah wawancara , "Seperti mencuci dengan air kotor." Menurut CDC, kamu harus selalu menggunakan garam serbaguna garam segar dan tidak mencampur larutan garam lama dengan yang baru ke dalam kontakmu. Bahkan, kamu harus mengosongkan tempatnya setelah kamu menggunakannya, lalu bilas dengan garam, keringkan dengan tisu, bersih dan simpan, sampai kamu siap untuk menggunakannya lagi.

Anda mandi dan berenang dengan kontak Anda di

CDC menyarankan untuk jauhi lensamu dari air, termasuk kolam renang untuk menghindari infeksi. Hal ini jarang tapi berpotensi membutakan karena ada amuba yang disebut Acanthamoeba, serta jenis infeksi lain. Jangan gunakan lensa saat berenang atau mandi karena hal itu akan membuat bakteri dan parasit terjepit di bawah lensamu.

Mengggunakan Kontak Lensa Terlalu Lama

Sebaiknya saat kamu berada di rumah dan berakhir pekan, biarkan matamu beristirahat dan gunakanlah kacamatamu, kata dokter mata di Michigan Berkeley, Steven Shanbom, MD. Ia menyarankan agar pemakai lensa menggunakannya tidak lebih dari 12-14 jam sehari.

Sumber: cnn

Jangan Abaikan! Inilah 7 Gejala Fisik Pertanda Kamu Alami Depresi

ilustrasi

Sering sudah kita mendengar kata depresi. Hanya saja kadang kita masih suka cuek atau mengabaikan gejala dan tandanya. Padahal kalau dibiarkan begitu saja, dampaknya bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh dan pikiran.

Secara umum, depresi merupakan kondisi mental di mana seseorang merasakan kesedihan yang mendalam, putus asa, dan gejala-gejala negatif lainnya. Seperti yang dilansir oleh boldsky.com, penyebab umum depresi meliputi ketidakseimbangan hormon, faktor keturunan, tekanan kerja, hubungan yang tak sehat, lingkungan yang buruk, dan hilangnya semangat hidup. Penting untuk mengenali gejalanya sejak dini agar kita bisa segera menemukan solusi dan mengatasinya.

Berikut ini 7 gejala fisik yang kamu alami jika mengalami depresi. Yuk, cari tahu lengkapnya di sini.

1. Nyeri Punggung
Saat merasa depresi, otot-otot punggung akan mengencang dan tegang. Sehingga menimbulkan rasa nyeri.

2. Leher Terasa Kaku
Banyak orang yang depresi mengalami rasa kaku di bagian leher. Hal ini terjadi karena kontraksi otot dan bisa juga efek samping dari obat anti depresi.

3. Berat Badan Tak Stabil
Ketidakseimbangan senyawa kimia yang terjadi di otak akibat depresi bisa menyebabkan nafsu makan yang tak stabil. Sehingga bisa membuat berat badan turun atau naik secara drastis.

4. Rasa Lelah yang Luar Biasa
Capek dan rasa lelah yang luar biasa juga jadi tanda seseorang mengalami depresi. Jadi kalau kamu merasa tak punya energi bangun dari tempat tidur, bisa jadi kamu sedang depresi.

5. Kulit Mengalami Alergi
Bercak merah, peradangan kulit, dan rasa gatal juga bisa jadi gejala fisik seseorang mengalami depresi.

6. Gangguan Pencernaan
Masalah perut seperti konstipasi dan susah buang air besar juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh depresi.

7. Gigi Berlubang
Orang yang mengalami depresi juga bisa mengalami masalah gigi seperti gigi berlubang dan karies gigi.

Kalau kamu mengalami gejala-gejala di atas, segera luangkan waktu untuk istirahat total ya Ladies. Atau kalau perlu segera berkonsultasi dengan dokter atau pakar untuk mendapat penanganan yang tepat.

Semoga info di atas bermanfaat!

Sumber: vemale

Awas! Banyak Tidur saat Flu Ternyata Bahaya Lho!

ilustrasi

JAKARTA - Flu merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Saat flu menyerang, tubuh akan merasakan demam, pegal-pegal, batuk kering, sakit kepala, kelelahan hingga menggigil.

Akibatnya banyak penderita flu memilih untuk beristirahat dan berbaring di tempat tidur. Namun kebiasaan tersebut dipercaya bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius. Berdiam diri di ranjang akan memperparah kondisi.

Ahli THT, Dr Erich P Voigt, MD mengungkapkan, bahwa tempat tidur bukanlah lokasi terbaik untuk menghabiskan waktu ketika flu. Berada di tempat tidur seharian pasalnya memicu masalah lain. "Mukus (lendir) tebal yang perlu Anda keluarkan ketika pilek bisa menempel di dada dan menjadi bronkitis atau pneumonia," papar  Dr Erich.

Dilansir dari Mirror, saat tidak bisa bernapas bebas dan tidak bergerak aktif, akibatnya paru-paru akan rusak dan menyebabkan atelektasis yang memicu pada paru-paru penuh cairan atau pneumonia. Selain itu, masalah lain yang ditimbulkan adalah aliran darah pada kaki juga menjadi tidak lancar.

"Jadi sebaiknya Anda bangun dan berjalan-jalan di sekitar bila sedang flu atau pilek. Jangan hanya berbaring di tempat tidur. Tapi tak perlu juga pergi ke gym," pungkasnya.

Sumber: sindonews

Monday, December 19, 2016

Ledies...Wajib Tahu Loch Manfaat Kunyit Untuk Kesehatanmu


Sebagai wanita menjaga kesehatan sangat penting. Saat ini banyak obat dan sulplemen untuk meningkatkan kesehatan. Namun lebih baik jika kamu menjaga kesehatan dengan bahan alami. Salah satunya adalah dengan menggunakan kunyit. Kandungan nutrisi pada kunyit sangat baik untuk menjaga kesehatan.Kunyit pun baik sebagai alternatif pengobatan.

Ladies, berikut adalah manfaat kesehatan dari kunyit terutama menjaga kesehatan wanita. Here we go!

    Datang Bulan Tidak Lancar

    Kunyit mengandung bahan alami yang dapat melancarkan datang bulan. Tidak hanya itu saat nyeri menyerang waktu datang bulan, kamu dapat mengonsumsi sari kunyit. Selain itu kunyit juga baik untuk mengurangi kelelahan dan dapat membantu meningkatkan stamina.

    Menjaga Daya Tahan Tubuh

    Kunyit mengandung antioksidan yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Tambahkan kunyit dalam minuman kamu. Antioksidan yang terkandung dalam kunyit akan menjaga kamu dari berbagai penyakit.

    Melancarkan ASI

    Jika kamu sedang menyusui, salah satu cara untuk melancarkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi kunyit. Namun dianjurkan untuk membuat ramuan ini sendiri. Hindari penggunaan kunyit instan.

    Kram Perut

    Sebelum dan selama datang bulan, biasanya perut akan terasa nyeri dan kram. Untuk mengatasi masalah ini kamu dapat memanfaatkan kunyit. Untuk meredakan rasa nyeri ini kamu dapat minum sari kunyit dan sedikit jahe. Ramuan ini akan membuat kamu merasa lebih nyaman.

    Keputihan

    Masalah keputihan membuat tidak nyaman. Untuk mengatasinya kamu dapat membuat ramuan dari asam jawa, gula jawa dan air kunyit. Minum dengan rutin, maka keputihan akan berhenti. Untuk menghindari keputihan, kurangi makanan dan minuman yang terlalu manis.

Ladies, demikian 5 manfaat yang dapat kamu peroleh dari rutin mengonsumsi kunyit. Menjaga kesehatan sangat penting agar kamu tetap fit dan bersemangat. Stay health, Ladies!

Sumber: vemale

Ini Buktinya Kurang Tidur Bikin Terlihat Lebih Tua

ilustrasi



Bukan rahasia lagi kalau tidur yang cukup adalah kunci hidup sehat. Kebanyakan orang berpikir kalau kita butuh tidur selama 8 jam sehari, sementara sebagian kecil orang menegaskan kalau tidur selama 6 jam sudah cukup sehat.

Ini adalah sebuah pertanyaan menarik, apakah benar tidur selama 6 jam sehari sudah cukup dibanding harus tidur hingga delapan jam. Sebuah penelitian membuktikan bahwa beda lama tidur dengan selang waktu dua jam saja ternyata memberikan efek yang jauh berbeda.


Sarah Chalmer, seorang wanita asal Inggris yang berusia 46 tahun menjadi objek percobaan tentang efek kurang tidur pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana konsekuensi yang diderita orang kurang tidur.

Pada awal percobaan, para ilmuwan menganalisis kondisi kulit Sarah dengan bantuan pemindai wajah. Hasilnya cukup mengejutkan, pada akhir percobaan, terlihat pori-porinya telah membesar dua kali lipat dan kulitnya tampak memerah.

"Aku terlihat lebih tua dari umurku yang 46 tahun. Muncul lingkar hitam dibawah mata dan kulit menjadi kendur serta pori-porinya membesar. Bintik hitam mulai bermunculan di dagu. Aku jadi cepat lelah dan pemarah. Dan aku benci bercermin," ungkap Sarah.

Selama bagian pertama dari eksperimen, Sarah tidur tak lebih dari empat jam sehari (dari jam 2 malam hingga jam 6 pagi). Selama periode ini, ia hampir tak merasakan efek apapun. Hanya saat jam 3 sore ia merasa pusing-pusing.

Pada bagian kedua eksperimen, Sarah tidur selama 5,5 hingga 6 jam sehari selama seminggu. Pada pertengahan minggu, ia mulai merasakan perubahan. Ia mulai merasa cepat lelah dan mulai makan makanan manis lebih banyak dari biasanya (ini merupakan respon untuk mendapat energi tambahan).

Wajah Sarah setelah tidur 4 - 6 jam sehari

Dokter menjelaskan perubahan ini, "Kurang tidur akan memicu produksi kortisol, hormon yang menyebabkan stres. Ini akan membuat seseorang menjadi lebih pemarah. Tak cukup tidur juga akan mengaktifkan kelenjar minyak yang memicu masalah pada kulit. Kurang istirahat di malam hari juga akan membuat hormon pertumbuhan terhenti, yang berakibat sistem pemulihan tubuh menjadi terganggu.


Fase akhir dari percobaan ini adalah mengembalikan jadwal tidur ke jam biasa. Sarah kembali tidur tak kurang dari delapan jam sehari. Dan tak butuh waktu lama, hasil positif kembali terlihat. Dalam waktu seminggu, masalah kulit yang diderita Sarah menghilang, lebar matanya kembali normal dan ia kembali bergairah serta tak lagi pemarah.

Wajah Sarah setelah tidur 8 jam sehari

Jadi, meski hanya beda dua jam, tidur selama 8 jam sehari ternyata memberikan efek sangat berbeda dibanding tidur 6 jam sehari. Aktivitas padat masyarakat perkotaan tentu akan menyulitkan kita untuk bisa menerapkan pola tidur yang cukup. Tapi bila Anda ingin wajah terlihat awet muda dan badan tetap bugar, memperpanjang waktu tidur merupakan pilihan terbaik.

Sumber : dailymail

Ups, Benarkah Air Putih Kemasan Tak Baik untuk Kesehatan Gigi?

ilustrasi

Jakarta - Permen, makanan manis, dan minuman bersoda kerap kali menjadi jenis makanan dan minuman yang dapat menyebabkan masalah dan kerusakan pada gigi. Rupanya masih banyak jenis makanan dan minuman yang dapat mengancam kesehatan gigi, tetapi lebih mengejutkannya air putih kemasan juga disebut-sebut dapat merusak gigi. Benarkah?

Dr Peter Alldritt, kepala komite kesehatan mulut di Asosiasi Gigi Australia, menyebutkan beberapa jenis makanan dan minuman yang tanpa disadari dapat mengancam kesehatan gigi, termasuk air putih kemasan.

Asosiasi Dental Australia mengatakan, air putih kemasan atau air mineral botolan tidak jauh lebih baik dari air keran. Sebagian besar individu yang tinggal di wilayah Australia memilih untuk minum air putih dari keran karena mengandung fluoride, mineral alami yang memperkuat enamel gigi dan melindungi terhadap kerusakan.

Sementara air putih dalam botol tidak mengandung jumlah fluoride yang dibutuhkan untuk melindungi gigi. Yang artinya, kesehatan gigi jadi lebih tidak terlindungi. Dikutip dari ABC Net Au, Senin (19/12/2016).

Sumber: liputan6

Sering Bersin-Bersin di Pagi Hari? Bisa Jadi Ini Dia Penyebabnya...

ilustrasi

Di pagi hari, seringnya kita merasa cuaca lebih dingin, bahkan lebih dingin dari malam hari. Inilah yang membuat kita enggan melepaskan selimut yang membalut kita ketika tidur.

Selain itu, apakah kamu juga sering bersin di pagi hari meskipun sedang tidak flu? Terkadang kita menghiraukan hal ini karena merasa ini hal wajar ketika cuaca dingin, tapi sebaiknya jangan kamu sepelekan. Karena, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang terkena penyakit. Apa saja itu?

 Inilah mengapa kita sering bersin di pagi hari meskipun tidak flu:

    Sinus
    Sinus dapat menyebabkan bersin di pagi hari karena dapat mengganggu lapisan hidung dan memicu lendir yang mengalir.
    Alergi Rinitis
    Alergi rinitis merupakan radang selaput hidup yang terjadi karena ada unsur seperti debu, tungau, bulu hewan, dan spora jamur. Gejala ini semakin memicu bersin di pagi hari karena ketika tidur, rongga hidung mudah terkena pemicu bersin.
    Rinitis Vasomotor
    Rinitis vasomotor bukanlah alergi, melainkan gangguan yang terjadi karena kondisi pembuluh darah di hidung sangat sensitif. Hal ini terjadi karena ketika tidur, kamu mengalami perubahan suhu atau perubahan aktivitas kekebalan tubuh.
    Reflek Fotik Bersin
    Ketika kamu mendapat stimulan berupa paparan cahaya matahari atau saat berjemur, dapat menyebabkan kamu bersin-bersin di pagi harinya.
    Udara Kering
    Kebiasaan menyalakan AC ketika tidur dapat membuat kondisi udara kering. Hal ini juga menjadi pemicu mengapa kita bersin-bersin di pagi hari.

Itulah mengapa kita jadi sering bersin-bersin saat pagi hari meskipun tidak sedang flu.

Sumber: viva

Yukz Mengenal Kanker Pankreas.....


Kanker pankreas menempati posisi ketiga menjadi penyebab kematian terkait penyakit Kanker. Data itu berdasarkan laporan Pancreatic Cancer Action Network pada bulan Agustus 2012.

Lembaga yang berkedudukan di Philadelphia, Amerika Serikat (AS), itu bahkan memperkirakan, pada tahun 2020 kanker pankreas akan menjadi penyebab kematian terkait kanker nomor dua.

Sebenarnya, kanker pankreas dapat diobati jika dapat dideteksi sejak dini dan belum menyebar. Hampir 25 persen pasien yang terdeteksi sejak dini mengidap penyakit mematikan tersebut, memiliki tingkat kelangsungan hidup selama kurang lebih lima tahun.

Sayangnya, kebanyakan serangan kanker pankreas tidak diketahui sejak awal, sebagian karena tidak ada tes untuk deteksi dini yang dapat diandalkan dan sebagian lagi karena gejala kanker pankreas sering tak jelas dan tidak spesifik.
Peningkatan kesadaran terhadap faktor risiko dan pengenalan gejala, dapat membantu mendeteksi banyak kasus sebelum menjadi parah dan membalikkan tren yang sekarang kita alami.

Kanker pankreas stadium dini bisa terjadi tanpa gejala atau hanya menimbulkan gejala yang samar-samar yang serupa dengan gejala sejumlah penyakit lain.
Namun, jika Anda mengalami satu atau lebih dari tujuh gejalanya, Pancreatic Cancer Action Network menganjurkan Anda untuk segera berbicara dengan dokter.

Tujuh gejala kanker pankreas adalah mengalami nyeri konsisten (biasanya di perut atau punggung), berat badan turun, kulit gatal dengan penyakit kuning (kulit atau mata menguning), hehilangan selera makan, mual dan muntah dan tinja berwarna terang atau berminyak, pankreatitis (peradangan pankreas).

Faktor risiko
Penyebab pasti munculnya serangan kanker pankreas belum bisa dipahami dengan baik. Namun, menurut informasi dari Victoria Manax Rutson MD, Kepala Bidang Medis Pancreatic Cancer Axtion Network, penelitian telah mengidentifikasi 10 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita kanker pankreas.

1. Sejarah keluarga
Jika Anda memiliki dua atau lebih kerabat tingkat pertama yang pernah menderita kanker pankreas atau seorang kerabat tingkat pertama yang terkena kanker pankreas sebelum usia 50 tahun, risiko Anda juga akan meningkat.

2. Mewarisi sindrom genetik
Beberapa mutasi gen yang terkait dengan kanker lainnya juga dapat meningkatkan risiko kanker pankreas. Contoh: mutasi BRCA1 dan BRCA2, sindrom Lynch, melanoma familial, pankreatitis herediter, sindrom Peutz-Jeghers, dan telangiectasia ataksia.

3. Diabetes
Kanker pankreas lebih mungkin terjadi pada orang yang menderita diabetes tipe-2 selama lebih dari lima tahun.

4. Pankreatitis
Orang dengan pankreatitis kronis akan berisiko lebih besar menderita kanker pankreas.

5. Merokok
Merokok merupakan faktor risiko yang signifikan dan dapat menyebabkan sekitar 20 sampai 30 persen dari semua kasus kanker pankreas eksokrin. Eksokrin pankreas adalah bagian pankreas yang bertugas membuat enzim untuk membantu mencerna makanan.

6. Ras dan etnis
Afrika-Amerika dan Yahudi Ashkenazi memiliki insiden yang lebih tinggi terkena kanker pankreas.

7. Usia
Risiko kanker pankreas meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Kebanyakan orang yang didiagnosis terkena kanker pankreas berusia lebih dari 60 tahun.

8. Jenis kelamin
Jumlah pria yang menderita kanker pankreas sedikit lebih banyak dibanding wanita yang didiagnosis dengan penyakit yang sama.

9. Pola makan
Pola makan tinggi daging merah dan makanan olahan dapat meningkatkan risiko terkena kanker pankreas. Sedangkan pola makan tinggi buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker pankreas.

10. Obesitas.
Orang obesitas memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena kanker pankreas dibanding orang dengan berat badan normal.

Sumber: medanbisnis

Sering Ngerasa Pusing saat Bangun di Pagi Hari? Bisa Jadi Ini Nich Penyebabnya...

ilustrasi

Waktu pagi hari seharusnya jadi waktu yang menyegarkan. Pikiran masih jernih dan bersemangat untuk beraktivitas sepanjang hari. Tapi terkadang bukannya badan terasa segar saat bangun di pagi hari, tapi malah merasa pusing.

Baru bangun pagi kok malah merasa pusing? Aduh, pengalaman seperti ini jelas tidak enak sama sekali. Mau mulai beraktivitas pun rasanya sama sekali tak bersemangat. Tak ada tenaga dan badan rasanya sudah capek semua.

Penyebab pusing saat bangun di pagi hari itu sebenarnya bermacam-macam. Tapi pada umumnya penyebabnya adalah sebagai berikut.

Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)
Sakit kepala tegang (tension headache) ini merupakan jenis sakit kepala yang paling umum dialami orang dewasa. Bisa muncul secara periodik atau bahkan hampir setiap hari. Seperti yang dilansir oleh doctorshealthpress.com, penyebabnya bisa berasal dari stres, depresi, dan rasa gelisah/cemas. Tak heran jika tension headache ini juga disebut stress headache. Rasa sakitnya bisa terasa amat parah di pagi hari saat baru bangun tidur.

Rasa sakit kepala ini biasanya juga disertai dengan kulit kepala, otot leher, atau otot bahu yang terasa nyeri atau tegang. Sakit kepala tegang sering disalahartikan sebagai migrain. Hanya saja untuk membedakannya, sakit kepala tegang ini biasanya tak disertai dengan rasa mual atau rasa sensitif berlebih pada cahaya dan suara.

Insomnia
Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan pada tekanan darah, produksi hormon, rasa cemas, stres, dan elemen lain dalam tubuh. Dan semua itu bisa menyebabkan sakit kepala. Kurang tidur atau mengalami insomnia bisa menyebabkan sakit kepala saat bangun di pagi hari. Sakit kepalanya umumnya ditandai dengan kepala yang terasa berat dan cenut-cenut.

Salah Posisi Tidur
Posisi tidur yang tidak pas selain bisa bikin otot nyeri juga bisa menyebabkan sakit kepala. Karena leher dan bahu mendapat tekanan selama berjam-jam saat tidur, maka saat bangun di pagi hari, kepala jadi terasa pusing. Aliran darah tak mengalir dengan baik saat kita tidur dengan posisi yang tak pas.

Gula Darah Rendah
Tidur selama enam hingga delapan jam bisa membuat gula darah menurun. Bagi penderita diabetes, kondisi ini bisa menyebabkan sakit kepala hipoglisemik (hypoglycemic headache) di malam hari atau saat bangun di pagi hari. Penderita migrain juga menyebutkan rasa lapar dan rendahnya gula darah sebagai penyebab pusing saat bangun tidur.

Gigi Gemeretak Saat Tidur
Punya kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur? Saat kamu menggemeretakkan gigi saat tidur, getarannya bisa mencapai tengkorak kepala dan mempengaruhi kondisi otot bahu, leher, dan kepala. Akibatnya bisa membuat kita pusing saat bangun di pagi hari.

Penyebab sakit kepala saat bangun di pagi hari memang sangat beragam. Meski begitu, kamu pun bisa melakukan sejumlah tindakan pencegahannya. Beberapa di antaranya adalah minum air putih sebelum tidur (bisa satu jam sebelum tidur), melakukan olahraga ringan yang rutin, dan memperbaiki postur tubuh saat tidur.

Segera hubungi dokter bila sakit kepala yang kamu rasa tak kunjung hilang selama berhari-hari atau disertai dengan gangguan kesehatan lain seperti mual dan muntah-muntah. Semakin cepat ditangani dan diketahui penyebab pastinya, semakin besar peluang tubuhmu bisa kembali sehat dan bugar seperti sedia kala.

Sumber: vemale

Sunday, December 18, 2016

Ups, Wanita Muda Ini Alami Menstruasi Selama 5 Tahun Secara Terus-Menerus, Apa Penyebabnya?

ilustrasi

Namanya Chloe Christos. Dia adalah seorang wanita muda berusia 27 tahun asal Australia. Christos mendapat menstruasi pertamanya pada usia 14 tahun dan sampai usia 19 tahun, haidnya terus berlangsung, non-stop.

"Saya tahu ada yang tidak benar pada tubuh saya. Tapi, saya malu untuk berbicara tentang hal itu. Saya merasa bahwa saya sangat berbeda," katanya.

Akibat kelainan yang dideritanya, Christos kehilangan darah secara konstan. Kadang-kadang, dia kehilangan 500 mililiter darah dalam rentang waktu hanya empat hari. Jumlah ini 10 kali lebih banyak dibanding darah yang dikeluarkan oleh wanita normal setiap kali periode menstruasi.

Christos tahu bahwa dia memiliki penyakit Von Willebrand (VWD). VWD adalah penyakit yang mengganggu proses pembekuan darah. Kebanyakan kita lebih akrab dengan gangguan pembekuan darah hemofilia. Padahal, kasus VWD lebih umum daripada hemofilia.

"Penyakit ini adalah penyakit yang cukup umum terjadi, dengan lebih dari 200.000 kasus pertahun di Amerika Serikat," kata ahli kesehatan wanita, Jennifer Wider, MD.

Sedangkan menurut peneliti kesehatan seksual, Robyn Charlery White, Ph.D., VWD lebih umum terjadi pada wanita ras Kaukasia seperti Christos.

Para ahli mengatakan, gejala VWD dapat mencakup periode haid yang sangat berat, mimisan berulang, perdarahan dari gusi, perdarahan berat dari luka, darah dalam urin dan mudah mendapat memar.

Sekitar 75 sampai 92 persen pasien VWD, mengalami perdarahan menstruasi yang berat seperti Christos. Tapi, jarang ada kejadian pendarahan yang bertahan selama lima tahun, kata Charlery White lagi.

Dalam penuturannya kepada media ABC Australia, Christos bercerita bahwa dia banyak menghabiskan waktunya di ruang gawat darurat, terus-menerus.

Akhirnya Christos berhasil menemukan obat yang biasa diperuntukkan untuk penderita hemofilia. Obat ini berhasil menghentikan pendarahan yang lama dideritanya.

Pada usia 27, untuk pertama kalinya, Christos memiliki periode menstruasi yang normal. Ketika bicara mengenai gangguan perdarahan, kebanyakan statistik dan data diagnosis serta pengobatan, hanya merujuk pada gangguan pendarahan pada pria.

"Hampir tidak ada rujukan mengenai gangguan pendarahan yang khusus diperuntukkan bagi wanita, yang bisa dipakai oleh dokter. Saya berharap kita bisa mengubah itu," ujar Christos.

Hanya sekitar 20 persen wanita dengan perdarahan menstruasi berat, yang menderita VWD, menurut Charlery White.

Periode menstruasi yang berat, juga bisa disebabkan oleh faktor lain, termasuk di antaranya adalah sindrom polikistik ovarium, infeksi, kanker, kista ovarium, gangguan kelenjar, polip, ketidakseimbangan hormon, fibroid, penyakit radang panggul dan masalah dengan IUD.

Jika Anda mengalami periode menstruasi yang lebih lama dan lebih berat dari kebanyakan wanita pada umumnya, sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter agar Anda mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Sumber: poskupang

Bahaya! Inilah Beberapa Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Secara Bersamaan

ilustrasi

Mengkonsumsi buah dan sayuran adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan kandungan nutrisi yang dibutuhkan. Namun perlu dicermati, mengkonsumsi lebih dari dua jenis buah dalam waktu yang bersamaan amatlah tidak dianjurkan, lantaran dapat berakibat fatal, khususnya bagi anak-anak, sebagaimana disebutkan oleh beberapa studi.

Jenis buah dan sayur apa saja yang tidak dianjurkan untuk dicampur, berikut seperti diambil dari laman Natural Healing Magazine:

1. Jeruk dan wortel
Ketika dikonsumsi bersamaan, jeruk dan wortel dapat menyebabkan heartburn dan bile reflux berlebihan dan kerusakan pada ginjal.

2. Pepaya dan lemon
Kedua campuran ini dapat menyebabkan anemia dan masalah pada kadar hemoglobin anda. Karenanya, hindari konsumsi ini pada anak anda.

3. Jambu biji dan pisang
Campuran jambu biji dan pisang dapat menyebabkan buang gas dan asidosis (kondisi di mana darah kelebihan asam atau kekurangan basa) yang dapat menyebabkan mual-mual, sakit kepala dan perut.

4. Sayuran dan buah
Alasan mengapa anda tidak dianjurkan mengkonsumsi buah dan sayuran secara bersamaan karena buah kaya akan gula yang terkadang sulit untuk dicerna.

Ketika terlalu lama berada di dalam perut, akan terjadi proses fermentasi yang dapat menyebabkan terbentuknya toksin dan menyebabkan beberapa gejala seperti sakit kepala, perut, diare dan infeksi.

Sumber: portalcbn