Tuesday, December 20, 2016

Mantap, Bakal Ada Rusun Di Atas Stasiun Loch...


Keberpihakan pada kemudahan bertransportasi umum tak hanya dilirik kalangan operator moda transportasi, kali ini, perusahaan milik negara Perumnas juga memberikan perhatian pada masyarakat demi meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum.

Kali ini yang dibidik adalah pembangunan rumah susun di atas stasiun. Ya, ‎Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas Galih Prahananto mengungkapkan, pihaknya akan mengalihkan sebagian hunian rusun‎ yang ada dan akan membangunnya di bagian atas stasiun dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau harga subsidi.‎

“Misi Perumnas menyediakan rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Galih di Jakarta seperti dikutip antaranews, Senin (19/12/2016).‎

Nantinya, menurut Galih, porsi unit hunian dengan harga subsidi disediakan sekitar 30% hingga 40% dari keseluruhan unit yang ada.‎

“Rencananya kami akan membangun rusun berkonsep berdiri vertikal di bagian atas stasiun dan rel kereta api di Stasiun Bogor, Jawa Barat, di lahan seluas 4,2 hektare dengan enam menara yang menyediakan hingga 3.600 unit hunian,” urai Galih.‎

Tak hanya itu saja, Rusun juga akan dibangun di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, di lahan 6.000 meter persegi dengan perkiraan 520 unit hunian dan kawasan Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, di lahan satu hektare memiliki ketersediaan hingga 860 unit hunian.

“Nantinya,  harga per unit dihitung berdasarkan per meter per segi dengan kisaran harga mulai Rp6 juta hingga Rp13 juta,” kata Galih.‎

Harga unit subsidi diperkirakan akan berkisar di Rp6 juta hingga Rp6,5 juta per meter agar bisa masuk dalam kategori FLPP.

“Dengan begitu, masyarakat dapat mengurangi biaya transportasi tambahan yang harus dikeluarkan penghuninya saat akan menggunakan kereta api,” ungkap dia.

Perumnas lanjut Galih, berusaha membantu mengurangi pengeluaran biaya transportasi. Nitip motor saja misalnya, bisa mencapai Rp7.000 sampai Rp10.000.

“Belum bensinnya, itu kalau dikali 30 hari sudah sangat banyak. Kalau sasaran market kita orang-orang dengan penghasilan Rp2,5 juta hingga Rp3 juta itu sudah cukup signifikan,” ujarnya.

Dengan mereka bisa tinggal di Rusun, maka biaya-biaya itu akan hilang dan bisa disisihkan untuk biaya-biaya lainnya.‎‎

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo dan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro sudah menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis “Transit Oriented Development” (TOD) di tiga stasiun tersebut.

Sumber: beritatrans

No comments:

Post a Comment