Monday, December 19, 2016

Hati - Hati Bun, Anak Bisa Mencontoh Orang Tua Loch...


Orangtua tak hanya perlu mengenalkan macam-macam emosi kepada anak, tetapi juga menjadi contoh. Saat marah misalnya, anak bisa melihat bagaimana cara Orangtuanya saat marah.

"Anak bisa lihat nih, kalau lagi marah, mamanya enggak akan banting-banting pintu. Marah itu kan verbal, bukan nonverbal. Bukan banting-banting. Anak bisa belajar dari mamanya," ujar psikolog anak, Roslina Verauli, di Jakarta, Rabu (14/12).

Ketika marah, seorang anak pun harus bisa mengungkapkan mengapa ia marah. Dalam hal ini, orangtua, khususnya ibu yang sering mendampingi anak, juga dapat menjadi contoh bagi si anak.

Saat marah, seorang ibu sebaiknya dapat menjelaskan kepada anak apa alasannya marah. Dengan begitu, anak memahami akan emosi ibunya ketika marah.
Sang anak pun kelak bisa belajar memahami emosi pribadinya dan bagaimana mengelolanya.

Psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta itu mengungkapkan, kemampuan anak memahami dan mengelola emosinya merupakan kompetensi emosional. Jadi, ketika marah, anak tahu emosinya sedang marah dan ia tahu alasannya.

Begitu juga saat sedih. Anak memahami hal apa yang membuat dirinya sedih hingga bagaimana mengelola kesedihannya menjadi emosi positif.

"Apakah nangisnya mau sampai guling-guling atau dia mampu mengatasi? Anak diberi pengertian, sedih itu enggak harus guling-guling, marah enggak harus berhari-hari," terang Vera.

Wanita asal Riau yang menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Indonesia (UI) itu pun mengatakan, anak dengan kompetensi emosional yang baik, bisa bersosialisasi dengan baik pula dengan teman sebayanya kelak.

Anak bisa memahami teman-teman dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

Sumber: medanbisnis

No comments:

Post a Comment