Monday, December 19, 2016

Nah Loe, Ada 100 Ribu Suket Dan KTP Baru Yang Tak Diketahui RT/RW ?


Ilustrasi
Menjelang pemungutan suara yang digelar 15 Februari 2017 mendatang, permasalahan daftar pemilih tampaknya menjadi persoalan tersendiri.

Tim Anies-Sandi mendapatkan laporan adanya surat keterangan (Suket) dan KTP baru yang tidak diketahui RT/RW, jumlahnya pun 100 ribu surat.

Ratusan Suket yang tak diketahui RT/RW ini dikuatirkan dapat disalahgunakan untuk merusak fair play pelaksanaan Pilgub DKI 2017.

"Ini masalah serius, saya dapat laporan dan sudah mengidentifikasi banyak Suket dan KTP baru yang tidak diketahui RT/RW, jumlahnya tak kurang dari 100 ribu Suket," kata Wakil Ketua TIM Kampanye Anies-Sandi, Mohamad Taufik di Cicurug, Menteng Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).

Meski demikian, lanjut Taufik, hingga kini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) belum secara resmi mengumumkan jumlah total Suket yang sudah mengeluarkan. "Suket berapa? Dikeluarkan buat siapa saja? Kan belum jelas," tegas Taufik.

Terkait hal itu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI tersebut menegaskan, pihaknya akan memberi perhatian khusus terkait Suket. Sehingga nantinya pelaksanaan Pilkada DKI 2017 dapat berjalan bersih dan fair play.

"Kalau perlu kami akan datangi 100 ribu warga yang dapat Suket. Kami, dari Gerindra-PKS di setiap kelurahan akan mengawal dan mempolototi Suket," tuturnya

"Jadi, diskusi ini untuk Pilkada DKI yang bersih. Bukan hanya untuk Anies-Sandi.‎ Kami ingin Pilkada ini berjalan bersih, tanpa menyisakan masalah dikemudian hari," lanjutnya.

Menurutnya permasalah surat keterangan perlu mendapat perhatian khusus, untuk memastikan Pilgub DKI 2017 berjalan Jujur dan Adil (Jurdil), transparan, berintegritas serta damai.

Taufik mengingatkan, permasalahan Suket tidaklah sederhana. Tetapi harus melalui proses administrasi dan perekaman yang ketat.

"Ingat, Suket ini hanya dikeluarkan khusus bagi pemilih pemula yang belum memegang KTP elektronik. Ini rentan disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu," ungkapnya.

Sumber: netralnews

No comments:

Post a Comment