![]() |
| Ilustrasi |
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menegaskan seorang pemimpin harus memiliki otak yang lihai untuk berdagang. Tujuannya, kata calon gubernur DKI dari pasangan nomor urut dua itu, supaya pemimpin tahu bagaimana cara menyiasati agar kebutuhan warga DKI Jakarta bisa terpenuhi.
"Kami ini jadi pejabat harus punya otak dagang, tapi bukan buat kantong sendiri, ya. Tujuannya supaya otak, dompet, dan perut Bapak-Ibu semua bisa penuh," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 19 Desember 2016.
Ahok mengatakan, demi tujuan itu, pasangan Ahok-Djarot akan meneruskan program Jakarta One yang telah berjalan selama ini oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI).
Menurut Ahok, segala bentuk bantuan sosial bisa terdistribusi kepada pihak yang membutuhkan jika program Jakarta One bisa berjalan dengan baik.
"Kalau warga Jakarta dipaksa pakai non- tunai, kami bisa melacak dengan program dan sistem komputer. Kami bisa baca siapa yang punya duit dan enggak. Sebab, bayar parkir, kartunya sama. Bantuan untuk PKL, kartunya sama. Naik bus, kartunya sama. Kira-kira kebaca enggak duitnya berapa?" ujar Ahok.
Ahok menganalogikan pemimpin yang punya kemampuan berdagang dengan sopir angkutan umum atau mikrolet yang selalu mencari menumpang dengan menunggu di depan gang. Bagi Ahok, sopir mikrolet selalu tahu kapan penumpang akan naik dan kapan pula penumpang sepi.
"Pantas saja orang pada suka naik mikrolet, kan. Kami juga ingin bus Transjakarta seperti itu. Jadi kami bisa pelajari kebiasaan Bapak-Ibu, berapa ukuran dan berapa banyak bus yang diperlukan," tutur Ahok.
Sumber: jitunews

No comments:
Post a Comment